9 Update Iran Serang Israel, Trump Respons-Netanyahu Bom Teheran
Jakarta, CNBC Indonesia - Perang Timur Tengah kembali terjadi. Dalam update terbaru Minggu hingga Senin (8/6/2026), Iran dilaporkan menembak rudal ke Israel kemarin dan dibalas oleh Israel dengan menembak tiga kota di Iran.
Lalu bagaimana update sebenarnya? Berikut sembilan rangkuman CNBC Indonesia:
1.Iran Rudal Israel
Tentara Israel mengatakan telah mendeteksi tembakan rudal yang datang dari Iran pada hari Minggu. Ini merupakan serangan pertama sejak gencatan senjata yang rapuh, diberlakukan dalam perang Timur Tengah pada bulan April.
"Beberapa saat yang lalu, sirene dibunyikan di beberapa daerah di seluruh negeri, menyusul identifikasi rudal yang diluncurkan dari Iran ke arah Negara Israel," kata militer dalam sebuah pernyataan dimuat AFP.
Serangan Iran tak hanya sekali. Beberapa rentetan rudal laun juga dilaporkan ditembakkan Teheran ke Israel.
"Serangan rudal tambahan diluncurkan ke arah Negara Israel... Sistem pertahanan udara saat ini sedang mengidentifikasi dan mencegat ancaman," ujar militer Israel lagi.
Karena serangan ini Komando Pertahanan Dalam Negeri militer Israel mengatakan bahwa sekolah-sekolah di seluruh negeri akan ditutup pada hari Senin. Tidak ada kegiatan pendidikan yang boleh dilakukan.
2.Iran Konfirmasi Serang Israel
Militer Iran mengonfirmasi serangan terbaru ke Israel. Iran beralasan serangan terbaru Israel ke pinggiran selatan Beirut telah melanggar semua batasan, seraya menuntut penghentian serangan ke Lebanon.
"Tentara Israel harus menghentikan serangannya di Lebanon selatan dan pinggiran kota, dan jika mereka memperluas serangannya ke wilayah itu atau menanggapi tindakan Iran, mereka akan menghadapi pukulan yang lebih dahsyat dan disesalkan," kata Kepala Komando Khatam al-Anbiya, Jenderal Ali Abdollahi, tanpa secara langsung menyebutkan salvo rudal yang menurut Israel telah mereka cegah.
Pasukan Garda Militer Iran (IRGC) juga membenarkan. Pasukan elite itu mengatakan bahwa serangan rudal terhadap Israel pada Minggu malam adalah "peringatan" setelah serangan Israel terhadap Beirut sebelumnya pada hari itu, mengancam serangan yang lebih luas jika terjadi agresi baru.
"Operasi malam ini adalah peringatan. Jika agresi semacam itu diulangi, tanggapannya akan lebih luas dan akan mencakup semua target AS-Zionis di kawasan itu," kata pasukan tersebut.
3.Negara Arab Tutup Wilayah Udara
Iran menutup wilayah udara di bagian barat negara itu pada hari Minggu. Hal ini dilakukan setelah Teheran meluncurkan rentetan rudal ke arah Israel sebagai tanggapan atas serangan terbaru Israel terhadap Lebanon.
"Karena penilaian keselamatan dan keamanan... bagian barat wilayah udara negara itu dinyatakan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut," kata Majid Akhavan, juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Nasional, dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh kantor berita IRNA.
Tak hanya Iran, penutupan ini juga dilakukan negara Arab lain. Irak dan Suriah menutup wilayah udara mereka sebagai tindakan pencegahan keamanan.
"Dalam pernyataan singkat, Otoritas Penerbangan Sipil Irak melaporkan penutupan wilayah udara Irak selama 72 jam. Otoritas Suriah menutup koridor udara selatan negara itu selama 12 jam," muat AFP.
Iran melu8ncurkan gelombang serangan rudal ke Israel, Minggu (7/6/2026). (Tangakapan Layar Video/Reuters) Foto: Iran melu8ncurkan gelombang serangan rudal ke Israel, Minggu (7/6/2026). (Tangakapan Layar Video/Reuters) |
4. Israel Janji Bakal Terus Gempur Lebanon
Israel berjanji untuk terus melanjutkan kampanye militernya di Lebanon. Israel bahkan mengatakan akan meningkatkan operasi melawan Hizbullah.
"Rezim (Iran) berusaha menciptakan persamaan baru melalui serangan langsung ke wilayah Israel sebagai respons terhadap operasi IDF di Dahiyeh," kata juru bicara militer Brigadir Jenderal Effie Defrin, dalam pernyataan yang disiarkan televisi.
"Kami menyerang di Dahiyeh sebagai respons terhadap serangan tanpa henti Hizbullah terhadap komunitas Israel utara. IDF akan terus beroperasi di seluruh Lebanon dan akan mengintensifkan tindakannya terhadap organisasi teroris Hizbullah," tambahnya.
5.Menlu Iran Hubungi Eropa dan Negara Arab
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, membahas masalah Timur Tengah dengan Inggris, Prancis, dan Turki, serta dengan pemimpin Qatar dan mediator Pakistan. Percakapan terpisah tersebut berfokus pada tanggapan Iran terhadap "pelanggaran berulang gencatan senjata di Lebanon" oleh Israel.
"Panggilan telepon tersebut, yang dilaporkan oleh kantor berita IRNA mengutip kementerian luar negeri Iran, terjadi ketika Iran meluncurkan rentetan rudal ke Israel setelah serangan Israel di pinggiran selatan Beirut," muat AFP.
"Araghchi berbicara dengan PM Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menteri luar negeri Prancis, Inggris, dan Turki, serta anggota tim Pakistan yang berupaya menengahi kesepakatan antara Teheran dan Washington untuk mengakhiri perang Timur Tengah," tambah laman itu.
6.Trump Respons Iran Serang Israel
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia akan menelepon PM Israel Benjamin Netanyahu untuk mendesaknya agar tidak membalas serangan rudal Iran terhadap Israel. Hal ini dilaporkan outlet berita Axios.
"Saya akan menelepon Bibi sekarang dan memberitahunya untuk tidak membalas," kata Trump seperti dikutip oleh jurnalis Axios Barak Ravid dalam sebuah wawancara telepon, menggunakan nama panggilan pemimpin Israel tersebut.
"Masing-masing dari mereka bersenang-senang. Israel melakukan serangannya dan Iran juga melakukan serangannya. Kita tidak memerlukan serangan yang lain," kata Trump, menurut kutipan yang diposting Ravid di X.
Serangan rudal pada hari Minggu adalah yang pertama yang dilakukan Iran terhadap Israel sejak gencatan senjata pada bulan April diberlakukan dalam perang Timur Tengah. Trump menyuarakan kekhawatiran bahwa hal itu dapat menghambat perundingan.
"Serangan Iran tidak melukai siapa pun. Mudah-mudahan Israel tidak akan membalas. Jika Bibi menyerang balik, maka hal ini akan terus terjadi seperti 47 tahun terakhir, atau 3.000 tahun terakhir," katanya.
"Kami sangat dekat dengan kesepakatan akhir dengan Iran. Ini akan menjadi kesepakatan yang bagus. Saya tidak ingin kesepakatan itu meledak karena apa yang terjadi saat ini," tambahnya.
7.Israel Sebut Iran Lakukan Kesalahan Besar
Israel menyebut Iran melakukan "kesalahan besar" etelah melaporkan telah menjadi sasaran beberapa gelombang tembakan rudal. Kepala militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir bersumpah bahwa militer akan "menyerang musuh dengan kekuatan segera setelah lampu hijau diberikan".
Dalam serangkaian pernyataan yang dikeluarkan dalam waktu singkat, militer mengatakan telah mendeteksi rudal yang diluncurkan dari Iran dan semuanya telah dicegat. Menanggapi permintaan detail, militer mengatakan total 11 rudal telah ditembakkan dari Iran.
Layanan darurat Israel, Magen David Adom, mengatakan tidak ada laporan korban jiwa akibat rudal tersebut. Tetapi beberapa orang terluka saat bergegas ke tempat perlindungan.
"Rezim teroris Iran telah melakukan kesalahan besar dengan sekali lagi memilih jalan teror," kata juru bicara militer Brigadir Jenderal Effie Defrin dalam pernyataan yang disiarkan televisi.
8.Harga Minyak Naik 3%
Harga minyak naik lebih dari 3% pada hari Senin ketika pasar dibuka kembali setelah akhir pekan. Ini mencerminkan kekhawatiran baru atas serangan pertama Iran terhadap Israel sejak gencatan senjata 8 April.
Pada perdagangan awal, harga minyak mentah Brent, patokan internasional, naik 3,29% menjadi US$96,15 per barel. Harga minyak mentah setara AS, West Texas Intermediate (WTI), naik 3,25% menjadi us$93,48 per barel.
9.Israel Serang Iran
Televisi pemerintah Iran melaporkan ledakan di tiga kota pada hari Senin. Dikatakan bahwa "beberapa ledakan terdengar di Teheran, Tabriz, dan Isfahan".
Militer Netanyahu kemudian mengonfirmasi telah menyerang target di Iran barat dan tengah. Di Telegram, pasukan Israel menyebut "Angkatan Udara Israel menyerang target militer milik rezim teror Iran di Iran barat dan tengah beberapa saat lalu".
(sef/sef) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]
