Buruh Pabrik Raksasa Mendadak Tewas, Penyebabnya Masih Misteri
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah insiden terjadi di pusat manufaktur Starbase milik SpaceX di Texas Selatan, Amerika Serikat. Seorang pekerja dilaporkan meninggal dunia saat perusahaan tengah mempersiapkan peluncuran perdana roket raksasa Starship V3.
Laporan San Antonio Express-News menyebut insiden terjadi pada Jumat dini hari (15/5) sekitar pukul 04.00 waktu setempat. Otoritas keselamatan kerja AS, Occupational Safety and Health Administration (OSHA), kini tengah menyelidiki kasus tersebut.
Hingga kini, pihak berwenang belum mengungkap identitas korban maupun penyebab pasti kematian. Namun, The Wall Street Journal mengutip sumber internal yang menyebut korban merupakan pekerja kontraktor dan meninggal akibat terjatuh.
Kematian ini terjadi ketika SpaceX sedang bersiap meluncurkan Starship V3, generasi terbaru roket Starship yang diklaim lebih kuat dan dirancang untuk penerbangan luar angkasa jarak jauh.
Mengutip laman Space, Starship sendiri merupakan proyek ambisius CEO SpaceX Elon Musk untuk membawa manusia ke Bulan hingga Mars. Roket setinggi sekitar 122 meter itu juga disebut sebagai roket terbesar dan paling bertenaga yang pernah dibuat.
Peluncuran perdana Starship V3 sejatinya dijadwalkan berlangsung pada 19 Mei lalu. Namun, SpaceX telah dua kali menunda penerbangan suborbital tersebut hingga terbaru dijadwalkan pada Kamis malam (21/5).
Perusahaan belum memberikan alasan resmi terkait penundaan maupun komentar soal kematian pekerja di Starbase.
Di tengah ambisi besar SpaceX, fasilitas Starbase ternyata memiliki catatan keselamatan kerja yang menjadi sorotan.
Berdasarkan analisis TechCrunch menggunakan data OSHA pada 2025, tingkat cedera pekerja di Starbase tercatat paling tinggi dibanding fasilitas manufaktur dan pengujian SpaceX lainnya. Bahkan, tingkat kecelakaan kerja di fasilitas tersebut hampir enam kali lebih tinggi dibanding rata-rata perusahaan manufaktur kendaraan luar angkasa sejenis dan hampir tiga kali lebih tinggi dibanding industri manufaktur dirgantara secara keseluruhan pada 2024.
Laporan itu juga menyebut tren tingginya angka cedera pekerja telah berlangsung sejak 2019, saat SpaceX mulai melaporkan data keselamatan kerja Starbase ke regulator federal AS.
Tak hanya itu, SpaceX saat ini juga menghadapi gugatan hukum terkait keselamatan kerja. Seorang sopir truk menggugat perusahaan setelah mengaku mengalami cedera akibat paparan metana cair saat mengirim bahan bakar roket ke lokasi pengujian SpaceX di McGregor, Texas, pada Juni 2024.
Masalah lain juga datang dari warga sekitar Starbase. Lebih dari 50 warga dilaporkan mengajukan gugatan federal dengan tuduhan bahwa aktivitas peluncuran Starship telah menyebabkan kerusakan pada rumah mereka.
(fab/fab) Add
source on Google