Elon Musk Dikasih Target Rp 130.496 Triliun, Bawa 1 Juta Orang ke Mars

Intan Rakhmayanti, CNBC Indonesia
Rabu, 06/05/2026 08:15 WIB
Foto: Elon Musk. (Patrick Pleul/Pool via REUTERS/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - SpaceX menyiapkan skema kompensasi jumbo untuk pendirinya, Elon Musk, dengan target membawa manusia ke Mars hingga membangun koloni permanen sebanyak 1 juta orang.

Berdasarkan dokumen perusahaan yang diajukan ke Securities and Exchange Commission, Musk dijanjikan hingga ratusan juta lembar saham dengan hak suara super jika berhasil memenuhi sejumlah target ekstrem, termasuk membawa valuasi SpaceX menembus US$7,5 triliun (Rp 130.496 triliun).

Tak hanya itu, Musk juga berpeluang memperoleh tambahan puluhan juta saham jika SpaceX mampu mengoperasikan pusat data di luar angkasa dengan kapasitas komputasi mencapai 100 terawatt, angka yang setara dengan puluhan ribu reaktor nuklir yang beroperasi bersamaan.


Namun, Musk tidak akan mendapatkan saham apa pun jika target valuasi tidak tercapai. Sejak 2019, ia diketahui hanya menerima gaji tahunan sebesar US$54.080 (Rp 941 juta) dari SpaceX.

Nilai paket kompensasi ini belum dapat ditentukan karena SpaceX masih berstatus perusahaan tertutup.

SpaceX menargetkan penawaran saham perdana (IPO) sekitar ulang tahun Musk pada 28 Juni, dengan valuasi perusahaan sekitar US$1,75 triliun (Rp 30.450 triliun), menurut laporan Reuters, dikutip Selasa (5/5/2026).

Pakar kompensasi eksekutif Eric Hoffmann dari Farient Advisors mengatakan ia belum pernah melihat paket kompensasi serupa di perusahaan lain.

"Saya bukan fisikawan atau astronom, jadi saya bahkan tidak tahu harus mulai dari mana. Ukurannya adalah, apakah ini pernah dilakukan dalam sejarah manusia? Jawabannya belum. Jadi ini sulit," ujar Hoffmann.

Ia menilai skema ini mencerminkan tantangan mempertahankan fokus Musk yang juga memimpin Tesla. Bahkan, muncul indikasi persaingan antara kedua perusahaan dalam memperebutkan perhatian sang miliarder.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Trust Issue, Jadi PR Fintech Syariah Garap Pasar Muslim Digital