Elon Musk Mengaku Bodoh, Ungkap Penyesalannya di Pengadilan

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
05 May 2026 11:45
Elon Musk. (Patrick Pleul/Pool via REUTERS/File Photo)
Foto: Elon Musk. (Patrick Pleul/Pool via REUTERS/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Elon Musk mengaku menyesal telah memberikan pendanaan awal kepada OpenAI. Dalam kesaksiannya di pengadilan federal AS, Musk menyebut dirinya bodoh karena mendanai perusahaan yang kini menjadi raksasa teknologi tersebut.

Kesaksian itu disampaikan Musk saat menjadi saksi pertama dalam gugatan yang ia ajukan terhadap OpenAI, CEO Sam Altman, serta investor utama Microsoft.

Musk menyatakan bahwa awalnya ia memberikan dana sekitar US$38 juta dengan keyakinan OpenAI akan tetap beroperasi sebagai organisasi nirlaba. Namun, menurutnya, perusahaan tersebut kemudian beralih menjadi entitas berorientasi profit.

"Saya sebenarnya orang bodoh yang memberikan pendanaan gratis untuk mereka membangun startup," kata Musk di persidangan, dikutip dari Financial Times, Selasa (5/5/2026).

Ia menuding terjadi praktik umpan dan ganti atau bait and switch, di mana OpenAI disebut mengubah arah dari misi awal nirlaba menjadi perusahaan profit yang kini bernilai sangat besar.

Dalam persidangan, ditampilkan pula komunikasi email antara Musk, Altman, dan Presiden OpenAI Greg Brockman sejak 2017. Email tersebut menunjukkan adanya pembahasan awal terkait pembentukan struktur bisnis profit. Namun, rencana tersebut ditolak internal perusahaan.

"Teman-teman, saya sudah cukup. Kalian bisa melanjutkan sendiri atau tetap menjalankan OpenAI sebagai organisasi nirlaba," tulisnya pada September 2017, sambil menegaskan bahwa itu bukan ultimatum dan struktur yang diusulkan dibatalkan.

Altman membalas "Saya tetap antusias dengan struktur nirlaba!"

Dalam pemeriksaan silang oleh pengacara OpenAI, William Savit, diskusi ini menjadi fokus, termasuk Musk yang kemudian menghentikan pembicaraan sekaligus menarik komitmen investasinya yang sebelumnya mencapai US$5 juta per kuartal.

Savitt menanyakan apakah Musk memahami bahwa langkah tersebut dapat menimbulkan tekanan finansial pada startup yang bergantung pada dana tersebut untuk kebutuhan komputasi.

"Saya mulai memiliki kekhawatiran motivasi mereka sejak 2017. Saya tidak akan mendanai sesuatu jika saya kehilangan kepercayaan," ujar Musk.

Setelah mundur dari dewan OpenAI pada 2018, perusahaan tersebut menerima investasi US$1 miliar dari Microsoft pada 2019 melalui skema profit terbatas. Musk menilai saat itu belum ada pelanggaran terhadap prinsip awal, sehingga ia belum mengajukan gugatan.

"Saya tidak menentang pembentukan anak usaha profit terbatas selama keuntungan mengalir ke organisasi nirlaba," ujarnya.

Ia menuding perubahan struktur OpenAI saat ini telah melampaui batas tersebut.

Dalam persidangan, turut dibahas dokumen term sheet OpenAI terkait rencana penggalangan dana. Savitt menyoroti sejumlah bagian dokumen yang diakui Musk belum pernah ia baca.

"Mengapa Anda perlu membaca lebih jauh jika sudah tertulis 'dalam semangat donasi'?" kata Musk. "Apakah Anda mengharapkan catatan kecilnya justru bertentangan dengan itu?"

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Investor GoTo-Grab 'BU' Jual Saham, Begini Hasilnya Sekarang


Most Popular
Features