China Mulai Ditinggalkan, Ramai-ramai Pindah ke Negara Ini

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
01 May 2026 07:45
Indeks Manufaktur China Berbalik Ekspansif
Foto: CNBC Indonesia TV

Jakarta, CNBC Indonesia - Fenomena menarik terjadi pada dunia investasi manufaktur. Perusahaan manufaktur yang tadinya memutuskan untuk investasi di China kini mulai beralih ke negara berkembang, yaitu India. India makin melesat menjadi pusat manufaktur elektronik dunia di tengah tren pergeseran investasi dari China.

Pemerintah India baru saja menyetujui puluhan proposal investasi besar untuk memperkuat industri dalam negeri. Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India pada pada 30 Maret 2026 lau telah mengumumkan persetujuan terhadap 29 proposal perusahaan dalam program manufaktur komponen elektronik.

Total nilai investasi yang digelontorkan cukup besar yaitu mencapai 71,04 miliar rupee atau setara Rp12,8 triliun. Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar India untuk menarik investor global dan domestik, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor serta memperkuat rantai pasok.

Pemerintah juga tengah agresif memperluas kapasitas produksi dalam negeri untuk meningkatkan daya saing industri elektronik. Saat ini, sektor manufaktur elektronik India telah mencatatkan nilai produksi hingga US$125 miliar pada periode yang berakhir Maret 2025. Pemerintah India menargetkan angka tersebut melonjak hingga US$500 miliar pada tahun fiskal 2031.

Adapun proposal yang disetujui mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari manufaktur ponsel, telekomunikasi, elektronik konsumen, otomotif, hingga perangkat keras.

Salah satu yang mendapat lampu hijau adalah unit dari Dixon Technologies yang akan memproduksi modul display.

Sementara itu, Lohum Cleantech disetujui untuk memproduksi magnet permanen berbahan tanah jarang, yang disebut sebagai proyek pertama di India untuk jenis produksi tersebut.

Mengutip Reuters, pemerintah India juga dilaporkan tengah menyiapkan insentif baru untuk mendorong produksi lokal ponsel, seiring program sebelumnya yang akan berakhir pada Maret.

Kebijakan ini diperkirakan akan makin menarik raksasa teknologi global seperti Apple dan Samsung untuk memperluas investasi mereka di India.

(ayh/ayh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article China Sudah Ditinggalkan, Ini Negara Penggantinya


Most Popular
Features