HP Buatan China Mulai Ditinggalkan, Mendadak Muncul Raja Baru

Redaksi,  CNBC Indonesia
13 March 2026 16:20
FILE PHOTO - A worker holds an OPPO F1S smartphone at an OPPO smartphone factory in Tangerang, Indonesia, September 20, 2016. REUTERS/Beawiharta/File Photo   GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD
Foto: Seorang pekerja memegang smartphone OPPO F1S di pabrik smartphone OPPO di Tangerang, Indonesia, 20 September 2016. REUTERS / Beawiharta / File Foto

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa smartphone global mulai bergerak meninggalkan China sebagai pusat manufaktur. Pasalnya, hubungan geopolitik yang panas antara Amerika Serikat (AS) dan China, membawa ancaman terkait tarif tinggi untuk produk-produk impor dari negara kekuasaan Xi Jinping.

Melihat kesempatan ini, India bergerak cepat menarik minat para vendor smartphone global untuk memproduksi perangkat di negaranya. Hal ini sejalan dengan agenda Perdana Menteri India Narendra Modi untuk menggenjot manufaktur domestik.

Tak tanggung-tanggung, India menargetkan ekspansi manufaktur perangkat elektronik mencapai US$500 miliar pada 2030 mendatang, dikutip dari Reuters, Jumat (13/3/2026).

India telah memproduksi smartphone dengan nilai hampir US%60 miliar pada tahun fiskal 2024-2025. Angka itu lompat 28 kali lipat dibandingkan dekade sebelumnya, menurut data pemerintah.

Bahkan, ekspor smartphone untuk periode yang sama melonjak mendekati US$21,7 miliar atau naik 127 kali lipat dari dekade sebelumnya. Smartphone merupakan produk ekspor terbesar India sepanjang 2025.


Dengan fakta-fakta tersebut, rasanya tak berlebihan jika India disebut sebagai 'raja' HP baru yang akan menggantikan posisi China.

Apple merupakan salah satu raja HP yang paling kencang memindahkan fasilitas produksi iPhone dari China ke India. Laporan Bloomberg beberapa saat lalu menuliskan 55 juta iPhone diproduksi di India sepanjang 2025. Angka itu naik sekitar 53% dari tahun sebelumnya yang 'hanya' 36 juta unit iPhone.

Banyaknya produksi iPhone di India setara dengan kurang lebih seperempat produksi iPhone global. Menurut laporan Bloomberg, produksi total iPhone setiap tahunnya berkisar 220-230 juta unit.

New Delhi sedang mempertimbangkan untuk mengaitkan insentif baru dengan ekspor, demi mendorong produksi yang lebih kompetitif secara global, kata seorang pejabat India. Kemungkinan besar insentif tersebut akan mencakup investasi mulai April tahun ini, tambah pejabat itu.

Sebelumnya, para pemimpin industri smartphone seperti Apple dan Samsung mengandalkan skema insentif India untuk produksi nasional, yakni sebuah program senilai hampir US$21 miliar yang dirancang untuk menyaingi kekuatan pabrik China. Namun, program insentif itu berakhir bulan ini dan rencananya akan diperbarui.

Program insentif tersebut membantu Apple memproduksi model iPhone termahal dan terbaru di India, setelah sebelumnya hanya memproduksi model-model yang lebih murah. Tarif tinggi Trump terhadap China juga mendorong beberapa pergeseran produksi.

Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India telah mengadakan konsultasi dengan industri mengenai perancangan skema insentif baru, kata seorang eksekutif industri yang mengetahui pembicaraan tersebut.

Kementerian tersebut tidak segera menanggapi email yang meminta komentar.

(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump Berulah, CEO Apple Langsung Terbang ke China Janji Begini


Most Popular
Features