Pengakuan Elon Musk Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
Kamis, 30/04/2026 21:40 WIB
Foto: Foto Kolase CEO Tesla, Elon Musk dan CEO OpenAI, Sam-Altman. (Reuters)

Jakarta, CNBC Indonesia - Elon Musk mengaku tersingkir dari OpenAI, perusahaan yang ia rintis sendiri. Hal tersebut ia ungkap dalam persidangan panas terkait masa depan pengembang ChatGPT.

Musk menggugat OpenAI dan para petingginya karena dinilai mengkhianati misi awal organisasi sebagai lembaga nirlaba yang bekerja untuk kepentingan umat manusia.


Dalam kesaksiannya di pengadilan Oakland, California, Musk menegaskan OpenAI awalnya dirancang sebagai lembaga amal, bukan mesin pencetak keuntungan. Ia menilai perubahan struktur menjadi perusahaan berorientasi profit telah merusak tujuan awal tersebut.

"Jika kita membiarkan perampokan terhadap lembaga amal, maka seluruh fondasi donasi amal di Amerika akan hancur. Itulah kekhawatiran saya," kata Musk di hari pertama persidangan. dikutip dari Reuters, Rabu (29/4/2026).

Musk juga menegaskan dirinya merupakan orang di balik pembentukan OpenAI. Ia mengklaim menyusun ide, nama, merekrut tim inti, hingga menyediakan pendanaan awal.

"Saya yang mencetuskan ide, nama, merekrut orang-orang kunci, mengajari mereka semua yang saya tahu, menyediakan seluruh pendanaan awal. Ini secara khusus dimaksudkan sebagai lembaga amal yang tidak menguntungkan individu mana pun. Saya bisa saja memulainya sebagai perusahaan profit dan saya sengaja memilih tidak melakukannya," ujarnya.

Namun, pihak OpenAI membantah klaim tersebut. Pengacara OpenAI, William Savitt, menyebut justru Musk sejak awal mendorong OpenAI menjadi perusahaan profit dan ingin memegang kendali penuh.

"Yang ia pedulikan adalah Elon Musk berada di puncak. Kami berada di sini karena Tuan Musk tidak mendapatkan keinginannya," kata Savitt.

Menurut Savitt, Musk menggugat setelah gagal mengambil alih arah OpenAI. Pada 2023, Musk kemudian mendirikan perusahaan AI sendiri, xAI.

Dalam persidangan ini, Musk menuntut ganti rugi hingga US$150 miliar dari OpenAI dan investor utamanya, Microsoft. Ia juga meminta OpenAI kembali menjadi organisasi nirlaba serta mencopot CEO Sam Altman dan Presiden Greg Brockman dari jabatan mereka.

Sidang juga diwarnai teguran hakim terhadap Musk terkait unggahan media sosialnya yang menyerang Altman. Hakim Distrik AS Yvonne Gonzalez Rogers meminta Musk mengendalikan penggunaan media sosial selama proses persidangan berlangsung. Musk dan Altman sama-sama menyatakan akan mengurangi aktivitas mereka.

Musk dan Altman mendirikan OpenAI pada 2015 dengan tujuan mengembangkan AI untuk kepentingan umat manusia dan menghadapi pesaing seperti Google.

Persidangan ini sekaligus membuka gambaran tentang ego dan karakter yang membentuk OpenAI sejak berkembang dari laboratorium riset nirlaba di apartemen Brockman hingga menjadi perusahaan bernilai lebih dari US$850 miliar.

OpenAI juga menghadapi persaingan dari rival seperti Anthropic dan menghabiskan miliaran dolar untuk sumber daya komputasi. IPO potensial dapat menilai perusahaan hingga US$1 triliun.

xAI milik Musk masih tertinggal jauh dalam penggunaan dibanding OpenAI. Bisnis tersebut kini digabungkan ke SpaceX, yang juga mempertimbangkan IPO tahun ini.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Microsoft Tawarkan Program Pensiun Dini Bagi Ribuan Karyawan