Manusia Sudah Digantikan, Buktinya Muncul di China dan Jepang
Jakarta, CNBC Indonesia - Perkembangan robot yang menyerupai kemampuan manusia mulai terlihat di negara seperti Jepang dan China. Kedua negara ini telah memamerkan humanoid buatan masing-masing.
Di Jepang, robot pingpong bernama Ace disebut dapat mengalami pemain manusia. Pemimpin proyek dari divisi riset AI Sony, pengembang Ace, mengatakan robotnya menjadi yang pertama dengan kemampuan olahraga fisik kompetitif.
Reuters mencatat robot pemain pingpong sebenarnya telah ada sejak 1983. Namun baru kali ini yang bisa mengalahkan pemain manusia.
"tidak seperti permainan komputers, yakni saat sistem AI sebelumnya melampaui ahli manusia, olahraga fisik dan waktu nyata seperti tenis meja tetap jadi tantangan besar yang belum terselesaikan karena persyaratannya untuk interaksi cepat, tepat dan kompetitif yang dekat dengan rintangan dan batas waktu reaksi manusia," kata direktur Sony Ai Zurich dan pemimpin proyek, Peter Durr, dikutip dari Reuters, Kamis (23/4/2026).
Durr mengatakan proyek ini bukan hanya untuk berkompetisi dalam permainan tenis meja. Namun juga bertujuan untuk mengembangkan wawasan mengenai robot yang bisa merasakan, merencanakan dan bertindak dengan kecepatan dan ketepatan seperti manusia.
Ace juga telah melakukan uji coba permainan pingpong melawan manusia. Pertandingan pada April 2025, robot itu memenangkan tiga dari lima game melawan pemain elit.
Dua kekalahan Ace adalah saat melawan pemain profesional, yang memiliki tingkat keahlian tertinggi dalam permainan tenis meja.
Ace berhasil mengalahkan pemain profesional pada Desember 2025 dan bulan lalu.
Robot Lari di China
Sementara itu, China menciptakan robot pelari. Ratusan robot itu telah melakukan perlombaan setengah marathon di Beijing bulan April.
Hasilnya para robot itu bisa melampaui pelari manusia dengan selisih lebih dari 10 menit. Pemenangnya robot buatan Honor mencatatkan waktu 50 menit dan 26 detik.
Robot Honor itu dikembangkan selama setahun. Engineer tim, Du Xiaodi menjelaskan robot dilengkapi dengan kaki sepanjang 90-95 cm dan teknologi pendingin cair seperti yang digunakan pada HP.
"Berlari lebih cepat mungkin tidak tampak berarti pada awalnya, tetapi hal itu memungkinkan transfer teknologi, misalnya, ke dalam keandalan struktural dan pendinginan, dan akhirnya aplikasi industri," kata Du.
Pengembangan robot itu juga sangat luar biasa, mengingat lomba lari yang diadakan tahun lalu diwarnai berbagai kecelakaan dan sebagian besar robot tidak bisa menyelesaikan lomba. Robot yang bisa menyelesaikan lomba mencatatkan waktu 2 jam 40 menit atau dua kali lipat waktu pemenang manusia pada lomba konvensional.
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]