Habis HP dan Mobil Listrik, Robot Manusia China Kini Kuasai Dunia

Intan Rakhmayanti,  CNBC Indonesia
06 April 2026 12:20
Robot Humanoid China. (Reuters TV)
Foto: Robot Humanoid China. (Reuters TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hanya dalam hitungan bulan, ribuan robot humanoid atau menyerupai manusia 'made in China' telah disebarkan ke seluruh dunia. Perusahaan robotika asal Shanghai, Agibot, mengumumkan telah mengirimkan 5.000 robot humanoid dalam tiga bulan terakhir.

Sebelumnya, Agibot membutuhkan dua tahun untuk mengirimkan 1.000 unit pertama dan satu tahun tambahan untuk mencapai total 5.000 unit. Kini, jumlah yang sama berhasil dicapai hanya dalam waktu tiga bulan.

Chief Technology Officer Agibot Peng Zhihui mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan perubahan dalam kemampuan produksi perusahaan. Menurutnya, rantai pasokan yang semakin matang serta proses manufaktur yang lebih terstandardisasi mendorong pergeseran dari penggunaan skala kecil menuju permintaan komersial besar.

"Penyebaran luas robot Agibot bukan lagi soal membuktikan kelayakan teknis, tetapi memberikan nilai yang dapat diskalakan dan mendorong adopsi embodied AI," ujar Peng, dikutip CNBC Indonesia dari Forbes, Senin (6/4/2026).

Riset independen pada Januari lalu menunjukkan Agibot sudah memimpin pasar robot humanoid global. Saat itu, perusahaan diperkirakan telah mengirimkan hampir 5.200 unit, unggul atas pesaing seperti Unitree dengan 4.200 unit. Sementara produsen asal Amerika Serikat seperti Figure, Agility Robotics, dan Tesla masing-masing baru mengirim sekitar 150 unit.

Dominasi China juga terlihat dari sisi produksi global. Hampir 90% robot humanoid dunia dibuat di negara tersebut, dan peningkatan produksi Agibot diperkirakan memperbesar dominasi tersebut.

Tak hanya digunakan di dalam negeri, Agibot menyebut robotnya telah beroperasi di berbagai wilayah termasuk Eropa, Amerika Utara, Jepang, Korea, Asia Tenggara, hingga Timur Tengah. Perusahaan juga melihat peralihan dari proyek uji coba menuju implementasi skala besar secara berulang.

Meski demikian, pasar robot humanoid masih berada pada tahap awal. Sejumlah pemain besar seperti Boston Dynamics, Apptronik, hingga Agility Robotics memilih menahan produksi massal demi memastikan teknologi mereka matang dan siap digunakan dalam jangka panjang.

Namun strategi tersebut bukan tanpa risiko. Semakin lama perusahaan menunda produksi besar, makin besar peluang pasar direbut pemain yang bergerak lebih cepat. Di sisi lain, produksi dalam skala besar memungkinkan pembelajaran lebih cepat dan berkelanjutan.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Viral Robot Tesla Optimus Kolaps


Most Popular
Features