Elon Musk Tidak Realistis, Perusahaan Buka-bukaan Fakta Sebenarnya

Redaksi, CNBC Indonesia
Kamis, 23/04/2026 11:40 WIB
Foto: Elon Musk. (Patrick Pleul/Pool via REUTERS/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - SpaceX yang dimiliki Elon Musk meralat ucapan bosnya soal membangun pusat data (data center) AI di luar angkasa. Perusahaan mengatakan ide itu masih dalam tahap awal dan sangat kompleks.

"Inisiatif untuk mengambangkan komputasi AI orbital dan industrialisasi di orbit, bulan dan antarplanet masih dalam tahap awal, melibatkan kompleksitas teknis dan teknologi yang belum terbukti, serta mungkin tidak layak secara komersial," kata SpaceX dalam pengajuan pra-IPO, dikutip dari Futurism, Kamis (23/4/2026).


SpaceX juga menyoroti pengiriman chip AI sensitif ke luar angkasa. Menurut perusahaan, hal itu bisa membuat chip lebih cepat aus.

Kerusakan dan kegagalan juga dapat terjadi karena pusat data dibangun di lingkungan luar angkasa yang keras dan tidak bisa diprediksi.

Selain itu, perusahaan membicarakan dampak besar jika proyek menggunakan Starship untuk membangun konstelasi yang berisi hingga satu juta pusat data gagal atau ditunda. Menurut SpaceX dapat berdampak pada strategi pertumbuhan.

"Kegagalan atau penundaan dalam pengembangan Starship dalam skala besar atau mencapai kecepatan peluncuran, kemampuan penggunaan kembali dan kemampuan yang dibutuhkan akan menunda atau membatasi kemampuan melaksanakan strategi pertumbuhan kami," kata dokumen tersebut.

Ide Musk itu diungkap saat menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos awal tahun 2026. Menurutnya energi Matahari di luar angkasa bisa menekan biaya untuk menempatkan pusat data.

Bahkan ide ambisius itu diperkirakan bisa jadi kenyataan dalam waktu singkat, yakni dua hingga tahun ke depan.

Proyek tersebut juga banyak ditentang sejumlah orang. Banyak ahli tidak yakin bisa mengirimkan hingga satu juta satelit dengan ukuran lebih besar dari Stasiun Luar Angkasa, karena masalah ekonomi dan keterbatasan fisik.

Sejumlah pihak lain menilai proyek bisa menimbulkan bencana lingkungan. Perangkat keras akan rusak terbakar saat melewati atmosfer dan melepaskan sejumlah besar bahan kimia perusak ozon.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Musk Prediksi Robotaxi Akan Tersebar Luas di AS Pada Akhir 2026