Trump Mendadak Berubah Pikiran, Musuh Bebuyutan Balik Jadi Kawan

Redaksi,  CNBC Indonesia
22 April 2026 13:20
Kolase Presiden AS, Donald Trump dan CEO of Anthropic, Dario Amodei. (Reuters dan AFP)
Foto: Kolase Presiden AS, Donald Trump dan CEO of Anthropic, Dario Amodei. (Reuters dan AFP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba-tiba berubah pikiran lagi. Sebelumnya, Trump sempat bersikap keras melarang lembaga-lembaga pemerintah untuk menggunakan tool kecerdasan buatan (AI) dari Anthropic.

Alasannya sederhana, Anthropic menolak tool AI-nya digunakan militer AS untuk menciptakan senjata otomatis atau memata-matai warga AS. Trump langsung menyebut Anthropic sebagai perusahaan sayap kiri 'woke' yang membahayakan nyawa masyarakat AS.

Bahkan, Departemen Pertahanan/Perang (Pentagon) tak ragu memasukkan Anthropic ke dalam daftar hitam 'risiko rantai pasok'. Insiden ini terjadi bersamaan dengan serangan gabungan AS dan Israel ke Iran.

Menurut laporan WSJ beberapa saat lalu, pemerintah Trump sejatinya masih menggunakan tool AI Anthropic dalam perang melawan Iran. Tool itu digunakan untuk simulasi tempur dan pendeteksian musuh.

Selang beberapa bulan, kini Trump berubah dan kembali membuka pintu diskusi dengan Anthropic. Pada Selasa (21/4) waktu setempat, Trump mengatakan Anthropic "berkembang baik" di mata pemerintahannya.

Komentar itu membuka kembali jalan untuk membatalkan pemboikotan Anthropic di Pentagon.

Dikutip dari Reuters, Rabu (22/4/2026), CEO Anthropic Dario Amodei bertemu dengan para pejabat Gedung Putih untuk memperbaiki hubungan antar-institusi. Gedung Putih menyebut pertemuan itu berjalan produktif dan konstruktif.

"Mereka [Anthropic] datang ke Gedung Putih beberapa hari lalu, dan kami melakukan diskusi yang baik," kata Trump di program 'Squawk Box' CNBC International pada Selasa (21/4).

"Menurut saya mereka berkembang dengan baik. Mereka sangat cerdas dan saya rasa mereka bisa berguna. Saya menyukai orang-orang pintar. Menurut saya, kami akan berhubungan baik dengan mereka," Trump menambahkan.

Ketika ditanya apakah sudah ada ancang-ancang kesepakatan baru antara Anthropic dan Pentagon, Trump mengatakan tak menutup kemungkinan. "Kami menginginkan orang-orang terpintar," ujar Trump.

Anthropic juga menyebut pertemuan mereka dengan Gedung Putih berjalan baik. Perusahaan menyebut fokus diskusi mengarah ke kolaborasi kedua pihak untuk hal-hal prioritas seperti keamanan siber, kepemimpinan AS dalam perlombaan AI, dan memastikan keamanan AI.

Perbincangan ini terjadi hanya beberapa pekan setelah Anthropic merilis Mythos, model AI terbaru dan tercanggih yang bikin bank-bank seluruh dunia ketar-ketir. Model tersebut dikatakan bisa dengan mudah mendeteksi kerentanan tersembunyi dalam sistem, sehingga bisa pula memudahkan eksploitasi, jika digunakan pihak tidak bertanggung jawab.

Anthropic memastikan Mythos sejauh ini belum akan tersedia secara luas. Sebaliknya, perusahaan tersebut mengumumkan Proyek Glasswing, di mana mereka mengundang perusahaan teknologi besar, vendor keamanan siber, dan bank AS JPMorgan Chase, bersama dengan puluhan organisasi lainnya, untuk secara pribadi mengevaluasi model tersebut dan mempersiapkan pertahanan yang sesuai.

Co-founder Anthropic, Jack Clark, mengatakan pada pekan lalu bahwa perusahaannya sedang berdiskusi dengan pemerintahan Trump terkait model AI Mythos. Namun, tidak dijelaskan secara perinci isi perbincangan tersebut.

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Diancam Menteri Perang Amerika, Raja AI Tak Gentar


Most Popular
Features