70 Juta Warga RI Dilarang Pakai Medsos, Begini Cara Aman Main TikTok

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
27 March 2026 14:15
A logo of a smartphone app TikTok is seen on a user post on a smartphone screen Monday, Sept. 28, 2020, in Tokyo. (AP Photo/Kiichiro Sato)
Foto: AP/Kiichiro Sato
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memperketat penggunaan media sosial bagi anak-anak, terutama bagi mereka yang berusia 16 tahun. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nomor 9 Tahun 2026 yang merupakan turunan dari PP Nomor 17 Tahun 2025 atau PP Tunas, dan mulai berlaku pada 28 Maret 2026.

Menkomdigi Meutya Hafid sebelumnya mengatakan ada 70 juta warga Indonesia yang berada dalam kategori usia 16 tahun ke bawah. Mulai 28 Maret 2026 besok, pemerintah meminta agar anak 16 tahun dibatasi untuk mengakses media sosial. 

Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, TikTok sebenarnya telah menerapkan sistem pembatasan berbasis usia, khususnya bagi pengguna remaja. Platform video pendek ini menetapkan bahwa pengguna minimal berusia 13 tahun untuk dapat memiliki akun, namun sejumlah fitur penting baru dibuka secara bertahap, termasuk saat menginjak usia 16 tahun.

Bagi pengguna usia 16 hingga 17 tahun, TikTok secara otomatis mengatur akun menjadi privat saat pertama kali didaftarkan. Artinya, hanya pengguna yang disetujui yang dapat mengikuti dan melihat konten yang diunggah, termasuk informasi profil seperti bio, daftar pengikut, hingga video yang dibagikan. Namun, pengaturan ini tetap dapat diubah menjadi publik oleh pengguna, yang secara langsung membuka akses lebih luas terhadap konten mereka.

Jika akun diubah menjadi publik, maka ada konsekuensinya. Konten yang diunggah bisa dilihat siapa saja, bahkan oleh pengguna di luar platform. Video juga berpotensi tersebar ke mesin pencari, media sosial lain, hingga situs berita. Selain itu, pengguna lain dapat mengunduh, membagikan, atau menggunakan ulang video tersebut, tergantung pada pengaturan privasi yang dipilih.

Meski demikian, TikTok tetap membatasi interaksi bagi pengguna usia 16 tahun. Fitur pesan langsung, misalnya, tidak sepenuhnya terbuka untuk publik. Pesan hanya dapat diterima dari teman atau masuk dalam bentuk permintaan pesan dari pengguna lain.

Begitu pula dengan fitur Duet dan Stitch yang secara default hanya bisa digunakan oleh Teman (pengikut yang Anda ikuti balik) bukan semua orang untuk akun publik. Sedangkan untuk akun privat, tak seorang pun yang dapat membuat Duet dengan video dan ini tidak dapat diubah.

Pengaturan komentar juga masih bisa dikendalikan, mulai dari membatasi hanya untuk teman hingga menonaktifkannya sama sekali.

Kendali dari Orang Tua

Peran orang tua pun menjadi penting. TikTok menyediakan fitur pelibatan keluarga atau Family Pairing yang memungkinkan orang tua mengawasi aktivitas anak saat scrolling TikTok.

Fitur ini memungkinkan akun orang tua ditautkan langsung dengan akun anak. Melalui fitur ini, orang tua dapat mengatur hampir seluruh aspek penggunaan, mulai dari durasi waktu layar hingga interaksi di dalam platform.

TikTok menetapkan batas waktu layar harian untuk pengguna usia 13 hingga 17 tahun secara default selama satu jam. Orang tua dapat mengubah durasi ini, dan menerapkannya secara konsisten di semua perangkat anak. Ketika waktu habis, akses akan terkunci dan hanya bisa dibuka kembali dengan kode sandi yang dipegang orang tua.

Selain itu, tersedia dasbor khusus yang memberikan ringkasan aktivitas anak, termasuk total waktu penggunaan harian dalam empat minggu terakhir serta frekuensi membuka aplikasi.

Orang tua juga bisa menjadwalkan waktu istirahat, yakni periode tertentu ketika TikTok tidak bisa diakses sama sekali. Dalam kondisi tertentu, anak bisa mengajukan permintaan tambahan waktu penggunaan.

Kontrol lain yang tak kalah penting adalah pembisuan notifikasi. Untuk usia 16 hingga 17 tahun, notifikasi otomatis dimatikan pada pukul 22.00 hingga 08.00. Orang tua bisa menambah waktu pembatasan lain sesuai kebutuhan.

Di sisi konten, tersedia fitur filter kata kunci untuk menyaring konten tertentu, serta Mode Terbatas guna mengurangi paparan terhadap materi yang tidak sesuai.

Berikut cara menyiapkan Family Pairing

Untuk menautkan akun orang tua dan anak remaja:

1. Buka aplikasi TikTok, ketuk Profil di bagian bawah.

2. Ketuk tombol Menu di bagian atas, lalu pilih Pengaturan dan privasi.

3. Ketuk Pelibatan Keluarga.

4. Ketuk Lanjut.

5. Ketuk Orang Tua atau Remaja, lalu ketuk Berikutnya.

6. Ikuti langkah-langkah untuk menautkan akun.

Cara mengelola pengaturan Family Pairing

Untuk mengelola pengaturan Family Pairing:

1. Di aplikasi TikTok, ketuk Profil di bagian bawah.

2. Ketuk tombol Menu di bagian atas, lalu pilih Pengaturan dan privasi.

3. Ketuk Pelibatan Keluarga.

4. Pilih akun yang ingin Anda kelola, lalu perbarui pengaturannya sesuai kebutuhan.

(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Heboh Aturan Australia Ubah Dunia, Begini Kondisinya di Indonesia


Most Popular
Features