Kalah di RI, Raksasa China Mau Lawan Amerika di Eropa
Jakarta, CNBC Indonesia - JD.com meluncurkan platform belanja online di Eropa. Platform bernama Joybuy adalah upaya raksasa ecommerce China tersebut untuk meruntuhkan dominasi Amazon di Eropa.
Joybuy bakal menjadi merek JD.com di pasar internasional. JD.com membuka platform tersebut di enam negara Eropa termasuk Inggris dan Jerman, dengan menawarkan pengantaran cepat dan produk berkualitas. Untuk menunjang janji itu, JD.com membuka gudang dan jaringan logistik lokal.
Strategi JD.com berbeda jauh dengan perusahaan senegaranya Alibaba dan Pinduoduo. AliExpress milik Alibaba dan Temu milik Pinduoduo menawarkan produk murah yang dikirim langsung dari China.
Di China, model bisnis JD yang mengandalkan jaringan logistik yang luas dan kecepatan pengantaran, sukses menjadikannya tempat warga China membeli produk merek global, khususnya iPhone buatan Apple.
JD menjanjikan pengantaran same-day di Eropa untuk order yang masuk sebelum pukul 11.00 dan ongkir gratis di Inggris untuk produk dengan harga di atas 29 pound atau Rp 651.000.
Direktur Pelaksana Joybuy Matthew Nobbs di Inggris menekankan bahwa Joyboy beroperasi sebagai platform ritel, bukan marketplace. Strategi ini diharapkan bisa membantu JD mengejar kesuksesan Temu dan AliExpress di pasar global.
"Kami tidak melakukan bisnis de minimis. Kami adalah peritel, paling utama untuk brand, itu adalah intinya," kata Nobbs kepada CNBC Internasional.
Istilah de minimis adalah aturan impor di banyak negara yang mengecualikan barang berharga murah dari bea masuk. Temu dikenal sebagai platform yang mengeksploitasi pengecualian ini dengan melakukan impor langsung produk berharga murah dari China ke negara-negara tujuannya.
JD.com sempat beroperasi di Indonesia lewat pembentukan perusahaan patungan bernama JD.ID. Namun, platform ecommerce dan logistik JD.ID ditutup pada Maret 2023.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]