Iran Serbu Amerika Pakai Drone Murah, Mesinnya Dibeli di Ecommerce
Jakarta, CNBC Indonesia - Iran membalas aksi pengeboman Amerika Serikat dengan memborbardir berbagai aset milik AS di Timur Tengah. Serangan tersebut dilakukan dengan mengandalkan ribuan drone murah bernama Shahed 136.Â
Berbagai sumber melaporkan serbuan drone Shahed di beberapa lokasi di Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Shahed-136 antara lain digunakan untuk menyerang markas Armada Kelima AS di Bahrain,
Shahed, dalam bahasa Persia berarti saksi. Perangkat drone ini disebut bisa diproduksi dengan biaya sangat murah dan sering digunakan sebagai "senjata bunuh diri" serupa rudal.
Sebelum ledakan Shahed saat menghantam sasarannya, biasanya terdengar suara dengungan yang disebabkan oleh mesin drone tersebut.
Shahed berukuran panjang sekitar 2,5 meter dengan lebar sayap 3,5 meter. Hidungnya dilengkapi dengan hulu ledak seberat 200 kilogram dan perangkat optik untuk memantau target.
Berbagai laporan menyatakan drone yang juga digunakan oleh Rusia dalam serangannya ke Ukraina tersebut bisa mencapai 850 kilometer per jam. Uniknya, mesin piston MD550 yang digunakan oleh Shahed disebut dibeli dari ecommerce Aliexpress.
Saat diluncurkan, Shahed menggunakan mesin roket untuk mengudara. Roket tersebut kemudian dilepas setelah peluncuran dan digantikan dengan mesin internal.
Meskipun tidak canggih, Shahed sangat efektif dan sulit untuk dibendung oleh targetnya. Harganya yang sangat murah, membuat Shahed bisa dikerahkan dalam jumlah banyak dan "bisa dikorbankan." Produsennya Iran Aircraft Manufacturing Industrial Company (HESA) dikenal dekat dengan Garda Revolusi Islam Iran. Pabriknya ada di Pangkalan Udara Badr di Isfahan.
Selain Shahed-136, Iran juga memiliki Shahed-131 yang berukuran lebih kecil yaitu dengan panjang 2,6 meter, lebar sayap 2,2 meter, dengan berat 135 kilogram. Hulu ledak Shahed-131 juga lebih ringan yaitu 15 kg.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]