Bukti Iran Lebih Perkasa daripada Amerika, Trump Kebakaran Jenggot

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
31 March 2026 15:00
U.S. President Donald Trump talks to members of the media aboard Air Force One en route to Joint Base Andrews, Maryland, U.S., March 29, 2026. REUTERS/Elizabeth Frantz
Foto: REUTERS/Elizabeth Frantz

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) bersama Israel melawan Iran membuat AS berpikir ulang tentang strategi militernya. Salah satunya, AS mempertimbangkan untuk menggunakan teknologi perang berbiaya rendah.

Pasalnya, hanya dalam dua hari saja, AS sudah menghabiskan amunisi senilai US$5,6 miliar (Rp95,2 triliun). Di sisi lain, Iran berhasil merusak banyak tempat, dari pangkalan militer, pusat wisata, dan pusat data milik raksasa teknologi AS, dengan peralatan yang lebih murah.

Iran dikabarkan menggunakan drone Shahed yang harganya 'hanya' sekitar US$20-50 ribu atau Rp340 juta hingga Rp850 juta. Taktik Iran agaknya membuat pemerintahan Donald Trump kebakaran jenggot dan mencoba mengembangkan drone yang juga bernilai murah.

Salah satunya drone bernama Sistem Serangan Tempur Tanpa Awak Berbiaya Rendah atau LUCAS dikembangkan oleh SpektreWorks. Perkiraan industri mengungkapkan harga LUCAS berkisar US$35 ribu (Rp595 juta) per unit, dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (31/3/2026).

Kabarnya, Departemen Pertahanan AS tengah mempertimbangkan membeli lebih banyak unit LUCAS lagi. CEO startup software pertahanan Govini, Tara Murphy Dougherty mengatakan LUCAS telah digunakan dalam perang melawan Iran, namun produksinya masih sedikit.

Selain LUCAS, AS masih memanfaatkan kekuatan jet tempur dan pesawat bom tradisional di medan perang.

Alat perang murah lainnya adalah sistem laser Locust X3 dari teknologi Aerovironment yang kabarnya kurang dari US$5 (Rp85 ribu) per tembakan.

CNBC Internasional mengutip data dari Obviant, alat-alat perang ini hanya menggunakan US$4,7 miliar (Rp79,9 triliun) dari anggaran fiskal 2026. Lebih rendah dari yang dikeluarkan AS hanya dalam waktu dua hari di Iran.

(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article China Makin Ganas, Ketakutan Trump Akhirnya Jadi Kenyataan


Most Popular
Features