Arab Makin Chaos, Ledakan Baru Guncang Bahrain-Dubai-Doha-Kuwait
Jakarta, CNBC Indonesia - Ledakan kembali terjadi di negara-negara Arab, Senin (2/3/2026). Mengutip AFP, ledakan baru terdengar di Manama di Bahrain, Abu Dhabi dan Dubai di Uni Emirates Arab (UEA), lalu Doha di Qatar Jerusalem, Kuwait dan Irak.
"Ledakan baru terdengar di ibu kota Bahrain... satu tewas," kata kementerian setempat.
"Ledakan terdengar di Abu Dhabi," tambah saksi mata AFP tak lama setelahnya menyebut juga Dubai dan Doha.
Ledakan terdengar juga di Yerusalem. Ini setelah militer Israel mengatakan telah "mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari Iran", yang memicu sirene serangan udara.
Tidak ada laporan langsung tentang dampak dan ledakan. AFP mengatakan kemungkinan ledakan akibat upaya untuk mencegat rudal yang datang.
Sementara itu di Kuwait, pasukan mencegat sejumlah drone yang menargetkan negara itu hari ini. Dilaporkan pula kebakaran terjadi di Kedutaan AS di Kuwait City.
Kepala pertahanan sipil di Kementerian Dalam Negeri Kuwait, Mohammed Al-Mansouri, menekankan bahwa personel Pertahanan Udara Kuwait secara efisien dan efektif mencegat sejumlah target udara musuh pada subuh hari ini. Ia juga menegaskan bahwa situasi di negara itu stabil dan tidak ada alasan untuk khawatir.
"Setidaknya satu orang tewas dan 32 lainnya terluka di Kuwait, semuanya warga negara asing," kata kementerian kesehatan.
Di Irak sistem pertahanan udara mencegat setidaknya dua drone pada Senin pagi di dekat bandara Erbil, Irak. Sejak dimulainya kampanye AS-Israel terhadap Iran, drone telah berulang kali dicegat di atas Erbil, yang menjadi tempat bermarkasnya pasukan koalisi pimpinan AS dan juga lokasi kompleks konsulat AS yang besar.
Serangan Baru AS-Israel ke Iran dan Lebanon
Sebelumnya, AS juga dilaporkan melancarkan serangan ke ratusan target di Iran. Sementara Israel memperluas pemboman hingga Lebanon pada Senin ini.
Langkah ini diambil menyusul tewasnya personel militer AS dalam operasi di Teheran. Presiden AS Donald Trump menyatakan akan membalas kematian pertama tentara AS dalam perang tersebut.
"Sayangnya, kemungkinan akan ada lebih banyak korban sebelum operasi ini berakhir. Tetapi Amerika akan membalas kematian mereka," kata Trump.
Konflik terjadi sejak Sabtu saat AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran. Serangan menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas.
Militer Israel mengatakan melakukan "serangan skala besar" di jantung Teheran dan menggempur Lebanon yang menjadi basis Hizbullah. Trump bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka mendorong penggulingan pemerintah Iran.
source on Google [Gambas:Video CNBC]