6 Negara Arab Tiba-Tiba Gabung AS Kutuk Iran, Ada Apa?
Jakarta, CNBC Indonesia -Amerika Serikat (AS) dan sekutu Arabnya pada hari Minggu mengutuk Iran. Hal ini terjadi saat Teheran melancarkan serangkaian serangan balas dendam terhadap Israel dan AS yang menyerangnya Sabtu.
Selain Tel Aviv, Iran menyerang negara-negara Teluk yang menampung pasukan AS sebagai tanggapan. Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA) ada di dalamnya.
"Serangan yang tidak beralasan ini menargetkan wilayah kedaulatan, membahayakan penduduk sipil, dan merusak infrastruktur sipil," bunyi pernyataan bersama tersebut, dikutip Al-Arabiya, Senin (2/3/2025).
"Tindakan Republik Islam merupakan eskalasi berbahaya yang melanggar kedaulatan beberapa negara dan mengancam stabilitas regional," tambahnya.
"Penargetan warga sipil dan negara-negara yang tidak terlibat dalam permusuhan adalah perilaku yang sembrono dan destabilisasi," bunyi pernyataan tersebut dimuat AFP.
Negara-negara tersebut menegaskan bahwa mereka bersatu dalam membela warga negara, kedaulatan, dan wilayah mereka. AS dan sekutu Arab juga menegaskan kembali hak untuk membela diri dalam menghadapi serangan-serangan yang terjadi.
"Memperkuat komitmen terhadap keamanan regional," muat keterangan itu lagi.
"Memuji kerja sama pertahanan udara dan rudal yang efektif yang telah mencegah hilangnya nyawa dan kerusakan yang jauh lebih besar," tambahnya.
Inggris, Prancis, Jerman
Sementara tiga sekutu dekat AS mengatakan bahwa mereka siap untuk bergabung untuk membela kepentingan mereka di Timur Tengah dan menghentikan serangan rudal dan drone balasan Iran setelah pembunuhan Khamenei. Inggris, Prancis, dan Jerman mengatakan mereka siap untuk bekerja sama dengan AS.
"Kami akan mengambil langkah-langkah untuk membela kepentingan kami dan sekutu kami di kawasan ini, berpotensi melalui pengaktifan tindakan defensif yang diperlukan dan proporsional untuk menghancurkan kemampuan Iran menembakkan rudal dan drone ke sumbernya," kata pernyataan mereka.
"Kami telah sepakat untuk bekerja sama dengan AS dan sekutu di kawasan ini dalam masalah ini," tambahnya.
(sef/sef) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]