Sinar Mas Land Coba Tarik Investor Global ke RI, Pakai Cara Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Sinar Mas Land melalui corporate venture capital (CVC), Living Lab Ventures atau LLV mencoba melakukan pendekatan baru untuk menarik investor global yakni melakukan investasi berbasis strategic collaboration ecosystem.
LLV bukan sekadar sebagai investor. Namun juga menjadi platform kolaborasi strategis untuk mengorkestrasi sinergi antar-investor global, korporasi, startup, institusi, dan mitra strategis dengan kerangka yang terstruktur dan berorientasi pada eksekusi.
CEO of Digital Business Sinar Mas Land, Mulyawan Gani menjelaskan investor global bukan hanya mencari peluang investor. Namun mitra yang bisa berkolaborasi dan memastikan jalur implementasi yang konkret.
"Investor global saat ini mencari lebih dari sekadar peluang investasi. Mereka membutuhkan mitra yang mampu mengorkestrasi kolaborasi dan memastikan adanya jalur implementasi yang konkret," kata Mulyawan yang juga menjabat sebagai Managing Partner Living Lab Ventures pada Jumat (13/2/2026).
"LLV hadir sebagai jembatan strategis yang menghubungkan modal global dengan ekosistem lokal secara terintegrasi. Pendekatan ini menjadikan LLV sebagai mitra yang mampu menurunkan hambatan masuk pasar [market entry barrier]Â serta mempercepat proses validasi dan adopsi solusi," dia menambahkan.
Strategi itu akan memastikan setiap investasi memiliki dukungan Go-To-Market yang terstruktur. Begitu juga memiliki akses ke mitra strategis dan dukungan implementasi yang jelas.
LLV akan menghubungkan investor dan inovator, serta memfasilitasi integrasi dengan korporasi serta ekosistem yang relevan.
Sementara itu, LLV tengah mengelola empat kendaraan investasi yakni City Centric Fund, Healthcare Fund, dan Urban Gateway Fund, serta Japan Thematic Fund. Keempatnya akan berfokus pada sektor dengan potensi pertumbuhan jangka panjang, khususnya untuk urban development dan layanan kesehatan.
Partner at Living Lab Ventures, Bayu Seto mengatakan peranan pihaknya akan memastikan mitra memiliki akses dari jaringan, infrastruktur, hingga ekosistem yang dibutuhkan.
"Peran kami adalah menjadi katalis kolaborasi lintas negara. Kami memastikan setiap mitra memiliki akses ke jaringan, infrastruktur, dan ekosistem yang diperlukan untuk berkembang. Dengan pendekatan ini, investor global dapat bergerak lebih cepat dan lebih percaya diri dalam memasuki pasar di Indonesia," jelas Bayu.
(dem/dem)[Gambas:Video CNBC]