Harga Langganan Spotify Naik Lagi di 2026, Warga RI Siap-siap

Redaksi,  CNBC Indonesia
17 January 2026 07:00
Spotify. (REUTERS/Brendan McDermid/File Photo/File Photo)
Foto: Spotify. (REUTERS/Brendan McDermid/File Photo/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga langganan Spotify bakal makin mahal di 2026. Raksasa streaming musik tersebut sebelumnya sudah menaikkan harga langganan pada akhir 2025 di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dikutip dari Reuters, Sabtu (17/1/2026), di awal 2026 ini Spotify kembali akan menaikkan menaikkan harga paket berlangganan premium bulanannya sebesar US$1 menjadi US$12,99 di pasar Amerika Serikat (AS), Estonia, dan Latvia.

Belum jelas apakah kebijakan kenaikan harga ini akan diperluas ke pasar lain, termasuk di Tanah Air.

Raksasa asal Swedia tersebut mengatakan harga baru di negara-negara yang disebutkan akan berlaku pada tanggal penagihan konsumen mulai Februari 2026. Pelanggan akan menerima email tentang penyesuaian harga tersebut. Sahamnya naik hampir 1% dalam perdagangan pra-pasar.

Spotify telah mengandalkan kenaikan harga dalam beberapa tahun terakhir untuk mendorong pertumbuhan. Tahun lalu, kepala keuangannya, Christian Luiga, mengatakan bahwa meskipun menaikkan harga di lebih dari 150 negara, perusahaan tersebut tidak mengamati peningkatan signifikan dalam tingkat pelanggan yang berhenti berlangganan.

Hal ini menggarisbawahi strategi Spotify untuk mempertahankan pengguna yang sudah ada daripada secara agresif mengejar pengguna baru.

Perusahaan tersebut mengatakan pada pekan ini bahwa perubahan harga tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk terus memberikan pengalaman terbaik ke pengguna. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan pendapatan akan diinvestasikan kembali untuk meningkatkan platform dan mendukung para kreator.

Pelanggan premiumnya meningkat 12% menjadi 281 juta pada kuartal ketiga. Perusahaan tersebut memiliki 713 juta pengguna aktif bulanan pada akhir periode tersebut.

Spotify telah menyatakan bahwa prioritas investasinya berpusat pada pertumbuhan pendapatan, mendorong akuisisi pengguna di pasar negara berkembang, dan memperluas konten untuk mencakup lebih banyak podcast, video, dan buku audio.

Awal bulan ini, perusahaan memperluas program monetisasi untuk kreator dan memperkenalkan alat baru untuk podcaster video di segmen yang ramai di mana YouTube dan Netflix bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar.

Spotify juga menyediakan video musiknya untuk pelanggan premium di AS dan Kanada, karena berupaya menarik lebih banyak pengguna dan pengiklan di platform tersebut.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Mulai Oktober, Biaya Langganan Spotify Naik Lagi Jadi Segini


Most Popular
Features