Orang Ini Mau Gaji Pegawai Rp 9 Miliar Karena Ciptaannya Bawa Bahaya

Intan Rakhmayanti,  CNBC Indonesia
06 January 2026 10:50
Sam Altman, CEO OpenAI menghadiri Konferensi Media dan Teknologi tahunan Allen and Co. Sun Valley di Sun Valley Resort di Sun Valley, Idaho, Selasa (8/7/2025). (David Grogan | CNBC)
Foto: Sam Altman, CEO OpenAI, menghadiri Konferensi Media dan Teknologi tahunan Allen and Co. Sun Valley di Sun Valley Resort di Sun Valley, Idaho, Selasa (8/7/2025). (David Grogan | CNBC)

Jakarta, CNBC Indonesia - OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, membuka lowongan kerja dengan gaji fantastis mencapai US$ 555.000 atau sekitar Rp 9,2 miliar per tahun. Namun, di balik angka besar tersebut, deskripsi pekerjaan yang ditawarkan dinilai sangat berat dan penuh tekanan.

Posisi yang dicari adalah "head of preparedness", sebuah peran strategis yang bertanggung jawab melindungi manusia dari risiko kecerdasan buatan (AI) yang kian canggih.

Tanggung jawabnya mencakup mitigasi ancaman terhadap kesehatan mental, keamanan siber, hingga potensi penyalahgunaan AI dalam senjata biologis.

CEO OpenAI Sam Altman mengakui bahwa pekerjaan ini tidak mudah. Ia menyebut kandidat terpilih akan langsung dihadapkan pada tantangan besar sejak hari pertama, mengingat peran tersebut sangat krusial dalam memastikan perkembangan AI tetap aman bagi umat manusia.

"Ini akan menjadi pekerjaan yang penuh tekanan, dan Anda akan langsung terjun ke situasi sulit sejak awal," ujar Altman, saat mengumumkan pencarian kandidat untuk peran yang ia sebut sebagai posisi krusial demi membantu dunia, dikutip dari The Guardian, Selasa (6/1/2026).

Lowongan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran dari para pelaku industri teknologi sendiri.

Sejumlah tokoh penting, seperti CEO Microsoft AI Mustafa Suleyman dan pendiri Google DeepMind Demis Hassabis, secara terbuka memperingatkan potensi bahaya AI jika tidak dikendalikan dengan baik. Kekhawatiran tersebut diperparah oleh minimnya regulasi AI secara global.

Para ahli menilai industri AI saat ini sebagian besar mengatur dirinya sendiri, meski dampak teknologi ini semakin luas dan kompleks.

Tekanan terhadap OpenAI juga datang dari meningkatnya ancaman keamanan siber. Perusahaan pesaing, Anthropic, melaporkan adanya serangan siber yang melibatkan AI yang beroperasi hampir secara mandiri.

OpenAI sendiri mengakui bahwa kemampuan model AI terbarunya dalam melakukan peretasan meningkat tajam dalam waktu singkat.

Di sisi lain, OpenAI tengah menghadapi sejumlah gugatan hukum terkait dugaan dampak ChatGPT terhadap kesehatan mental pengguna. Perusahaan menyatakan sedang meninjau kasus-kasus tersebut dan berkomitmen meningkatkan sistem agar lebih peka terhadap tanda-tanda tekanan emosional.

Dengan valuasi perusahaan mencapai sekitar US$500 miliar, OpenAI menawarkan bukan hanya gaji besar, tetapi juga kepemilikan saham.

(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Dibajak Gaji Tinggi, Karyawan Malah Kompak Resign Baru Sebulan Kerja


Most Popular
Features