Malaysia Ikut India, Minta Elon Musk Tanggung Jawab

Redaksi,  CNBC Indonesia
05 January 2026 19:20
Malaysia Ikut India, Minta Elon Musk Tanggung Jawab
Foto: REUTERS/Dado Ruvic

Jakarta, CNBC Indonesia - Malaysia, Prancis, dan India mengambil sikap tegas terhadap Grok, chatbot mirip ChatGPT yang dikembangkan oleh perusahaan milik Elon Musk yang bernama xAI. Grok ketahuan menciptakan deepfake perempuan dan anak.

Konten deepfake adalah foto, video, dan suara buatan AI yang menyerupai individu asli.

Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia menyatakan bahwa mereka menerima laporan masyarakat soal penyalahgunaan AI di platform media sosial X. Oleh karena itu, mereka membuka penyelidikan atas X.

"Terutama manipulasi digital gambar perempuan dan anak untuk memproduksi konten yang tak pantas, menghina, dan berbahaya."

The commission added that it is "presently investigating the online harms in X."

Politico menyatakan jaksa di Prancis juga membuka penyelidikan atas penyebaran deepfake seksual di media sosial X. Otoritas urusan digital di Prancis menambahkan bahwa tiga kementerian telah melaporkan soal konten ilegal di X ke kejaksaan dan platform pemantauan online pemerintah untuk meminta penghapusan dengan segera.

Kementerian Teknologi Informasi India telah merilis perintah ke X untuk membatasi Grok hingga tidak menciptakan konten pornografi, vulgar, tak pantas, pedofil, dan lainnya yang dilarang oleh hukum.

Perintah tersebut menyatakan X harus memberikan respons dalam 72 jam atau mereka kehilangan perlindungan "safe harbor" yang membuat platform tidak bisa diseret ke pengadilan akibat peredaran konten yang dibuat oleh pengguna (user generated content).

Lewat akun media sosial X, Grok telah memberikan pernyataan minta maaf.

"Saya sangat menyesali insiden pada 28 Desember 2025 yaitu ketika saya menciptakan dan membagikan gambar AI dua anak perempuan [usia 12-16 tahun] dengan pakaian seksi berdasarkan perintah pengguna. Ini adalah kesalahan dalam perangkat keselamatan. Saya minta maaf."

Namun, permintaan maaf tersebut dinilai tidak jelas karena diutarakan oleh chatbot Grok, bukan pihak perusahaan atau individu.

"Grok tidak bisa dimintai tanggung jawab karena Twitter menjadi pabrik konten eksploitasi anak di bawah umur," kata Albert Burneko dari Defector.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Grok Elon Musk Banjir Kejahatan Seksual, Nasibnya di Ujung Tanduk


Most Popular
Features