Alasan Pria Lebih Mudah Buncit Dibanding Perempuan Menurut Ahli UGM
Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak laki-laki yang ternyata mengalami perut buncit. Ternyata kondisi obesitas sentral atau saat lemak menumpuk di area perut cukup berbahaya.
Lemak yang berada pada perempuan dan laki-laki ternyata memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Hormon estrogen pada perempuan membuat lemak tersebar di berbagai bagian tubuh, seperti lengan, dada, paha, pinggul dan perut.
Sementara laki-laki lebih sering terjadi obesitas sentral. Tidak adanya hormon estrogen membuat penumpukan lemak cenderung terpusat di bagian perut.
Keadaan obesitas sentral ini terkait dengan sindrom metabolik. Sebab banyak lemak yang menumpuk di perut.
Sindrom tersebut ditandai dengan adanya peningkatan gula darah, tekanan darah tinggi, serta kolesterol yang tidak normal. Perlu diwaspadai saat kondisi itu berlanjut berisiko mengidap penyakit seperti diabetes melitus, jantung koroner, dan hipertensi.
"Kalau biokimia di dalam darah sudah bermasalah, nanti akan muncul berbagai penyakit tidak menular lain yang akhirnya berisiko juga pada kematian," kata Pakar Gizi UGM, Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, S.Gz., Dietisien, MPH, dikutip dari situs resmi UGM, Senin (5/1/2026).
Kondisi obesitas sentral sering muncul saat seseorang berada di usia di atas 40 tahun, khususnya pada perempuan. Ini terjadi disebabkan karena faktor hormonal yang akan menumpuk lemak.
Namun kondisi perut buncit juga bisa terjadi lebih awal. Biasanya akibat gaya hidup yang tidak sehat sejak usia muda, seperti kurangnya aktivitas fisik dan pola makan yang tinggi gula, garam dan lemak.
Mirza mengungkapkan cara mengatasi obesitas. Yakni dengan mengubah pola pikir sebelum melakukan diet, penting memahami proses menurunkan berat badan adalah butuh kesabaran dan konsistensi.
Berikutnya perbaiki pola makan yang disesuaikan dengan usia dan kebutuhan tubuh. Kurangi gula, garam dan lemak, serta tingkatkan konsumsi buah serta sayur.
"Mindset yang harus dibangun adalah ini 'turning point saya, saya mau berubah.' Kalau nggak ada ini, mau sebagus apa pun programnya tidak akan masuk," tegasnya.
Terdapat perbedaan metabolisme bergantung usia membuat cara menurunkan berat badan yang juga berbeda. Pada usia muda, metabolime yang baik membuat proses ini bisa dilakukan dengan memperbaiki pola makan dan aktivitas fisik.
Sementara metabolisme mereka yang berusia di atas 40 tahun telah melambat. Jadi perlu melakukan strategi tambahan, seperti Intermittan Fasting (IF) atau mengatur jendela makan.
Mirza mengingatkan setiap yang dilakukan bersifat personal dan didampingi tenaga profesional. Karena kondisi kesehatan setiap orang sangat berbeda.
(dem/dem)[Gambas:Video CNBC]