Bandar Kripto Mau Bangkrut Jadi Rebutan, Apa Alasannya

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
30 November 2022 14:10
Infografis/Jangan Asal Beli, kenali Dulu 3 Mata Uang Kripto yang sedang Booming/Aristya Rahadian Foto: Infografis/ Jangan Asal Beli, kenali Dulu 3 Mata Uang Kripto yang sedang Booming

Jakarta, CNBC Indonesia - Binance dan sejumlah perusahaan kripto tengah mempersiapkan penawaran ambil alih Voyager Digital, perusahaan pemberi pinjaman kripto yang bangkrut.

Dikabarkan bahwa Voyager Digital berupaya untuk merestrukturisasi perusahaan bermasalah sebagai operasi bisnis yang layak pada Juli setelah Three Arrows Capital gagal membayar pinjaman dari perusahaan senilai US$670 juta atau sekitar Rp10,5 triliun (Asumsi kurs Rp15.673/US$).

Voyager awalnya akan diakuisisi oleh unit Amerika FTX, FTX US, seharga US$1,4 miliar atau sekitar Rp21 triliun setelah perusahaan milik Sam Bankman-Fried tersebut menang dalam lelang kebangkrutan Amerika Serikat (AS).

Namun kini, Binance telah dikonfirmasi melalui anak perusahaannya di AS, Binance.US, akan membuat penawaran untuk menyelamatkan Voyager dari kebangkrutan.

Sebelumnya, Binance.US telah menawarkan untuk membeli Voyager sebagai bagian dari lelang kebangkrutannya, demikian dilansir dari CNBC Internasional, Selasa (29/11/2022).

CEO Binance, Changpeng Zhao mengatakan bahwa saat ini Binance.US akan mengajukan tawaran lain untuk Voyager, mengingat FTX tidak lagi dapat menindaklanjuti komitmen tersebut. Disebutkan, Zhao telah menyiapkan dana US$1 miliar atau sekitar Rp15 triliun untuk mendukung perusahaan tersebut.

Sementara itu, platform perdagangan crypto dan NFT, CrossTower menjadi salah satu pihak yang akan membuat penawaran baru untuk perusahaan setelah pada awalnya bersaing untuk membeli Voyager di lelang pengadilan.

"CrossTower mengajukan tawaran yang direvisi yang dirasa akan menguntungkan pelanggan dan komunitas crypto yang lebih luas," sebut Juru Bicara CrossTower kepada CNBC Internasional.

Selain itu, CrossTower juga merencanakan dana pemulihan industrinya secara terpisah. Mereka menyebutkan, pihaknya tidak melihat dana tersebut sebagai saingan dengan Binance.

"Ini tentang menstabilkan industri, mendapatkan kembali kepercayaan, dan membangun kembali masa depan keuangan," kata juru bicara CrossTower.

"Kami akan melakukannya dan kami akan bekerja sama dengan pemerintah dan pembuat kebijakan serta mempromosikan transparansi. Satu dana ventura tidak membangun industri teknologi dan satu dana pemulihan tidak akan membangun kembali industri ini," lanjutnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan Financial News London, Wave Financial juga berencana membuat penawaran baru untuk mengakuisisi Voyager, setelah awalnya kalah dari FTX.

Presiden Wave, Metteo Perruccio sempat enggan untuk dikonfirmasi soal itu. Namun pada bulan lalu, ia mengatakan, perusahaannya percaya bahwa tawaran pihaknya lebih baik untuk investor dan debitur.

Sebelum rentetan penawaran itu terjadi, FTX US telah menawarkan untuk membeli seluruh VGX yang dipegang oleh Voyager dan afiliasinya seharga US$10 juta atau sekitar Rp156 miliar.

Namun, Voyager mengatakan bahwa pihaknya sedang berupaya untuk menemukan solusi yang lebih tinggi dan lebih baik untuk token yang kompatibel dengan penawaran FTX US.

Saat ini, FTX US menjadi bagian dari proses kepailitan di pengadilan Delaware bersama perusahaan induknya dan afiliasi lainnya termasuk Alameda Research.

Sejak Agustus, Voyager dilaporkan telah menghentikan perdagangan dan transfer VGX. Selain itu, pihaknya meminta para penggunanya untuk menukar token mereka dengan koin baru di blockchain terpisah. Sementara itu, nasib token yang telah turun lebih dari 85% sejak awal tahun masih belum jelas.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ada Transfer Kripto Rp 9 T ke Dompet Gelap, Binance Bobol?


(dem/dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading