Bos Pfizer Pernah Ramal Kapan Covid Berakhir, Bukan 2022

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
23 November 2022 07:35
Tenaga kesehatan mengikuti Vaksinasi COVID-19 booster kedua di Rumah Sehat Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, Jakarta, Selasa (9/8/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Tenaga kesehatan mengikuti Vaksinasi COVID-19 booster kedua di Rumah Sehat Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, Jakarta, Selasa (9/8/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bos produsen vaksin Pfizer punya prediksi sendiri kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Presiden Global Pfizer Vaccines Nanette Cocero memperkirakan pandemi baru akan selesai 2 tahun lagi atau pada 2024 mendatang.

Dalam pernyataannya, Cocero yakin bahwa Covid-19 akan bertransmisi menjadi endemi.

"Kami percaya Covid-19 akan bertransisi ke keadaan endemi, berpotensi pada tahun 2024," ungkapnya, dikutip CNBC Internasional, Rabu (23/11/2022).

Endemi merupakan tahapan saat pandemi berakhir tetapi bukan berarti virus menghilang. Tahapan itu adalah saat penyakit menular terjadi di wilayah atau musim tertentu saja.

Soal endemi, ia menyebut tahap itu bisa terjadi apabila kekebalan populasi masyarakat dunia sudah cukup terpenuhi dari vaksin. Selain itu juga berasal dari penularan virus, rawat inap, dan kematian yang terkendali.

Sementara itu, peneliti Pfizer Mikael Dolsten mengatakan prediksi pandemi berakhir terjadi apabila distribusi adil pada wilayah dengan tingkat vaksinasi yang masih rendah.

"Kapan dan bagaimana tepatnya ini terjadi akan tergantung pada evolusi penyakit, seberapa efektif vaksin dan perawatan, serta distribusi vaksin yang adil ke tempat-tempat tingkat vaksinasi rendah," jelas Dolsten.

Namun catatan lainnya, varian Covid-19 juga menjadi penentu dari pandemi. Dolsten juga menambahkan perubahan tahapan dari pandemi ke endemi akan berbeda waktunya di tiap wilayah.

Sejak pandemi Covid-19 menyebar dua tahun lalu, sudah banyak varian yang hadir. Termasuk Delta yang menyebabkan kenaikan kasus cukup signifikan di dunia termasuk Indonesia pertengahan tahun lalu.

Selain itu varian Omicron varian baru juga teridentifikasi sejak November lalu. Indonesia diketahui penyebarannya cukup masif, bahkan membuat kasus harian juga kembali mengalami kenaikan beberapa waktu lalu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ada Kabar Baik! Pengguna Booster Astra-Pfizer Pasti Happy Nih


(dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading