Mengintip Strategi Induk Shopee Setelah PHK Besar-besaran

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
18 November 2022 09:45
INFOGRAFIS, Berharta Rp 319 Triliun, Forrest Li Sang Pendiri Shopee Foto: Infografis/ Berharta Rp 319 Triliun, Forrest Li Sang Pendiri Shopee/ Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Selama beberapa waktu terakhir, Sea Group melakukan sejumlah PHK hingga menutup beberapa bisnis anak perusahaannya di beberapa pasar. Lalu apa strategi induk Shopee itu di masa depan?

Baru-baru ini Sea merilis pendapatan Q3, Jianggan Li dari Momentum Works menuliskan pemikirannya soal perusahaan ke depannya. Dia melihat ada banyak tanda positif adanya peningkatan profitabilitas.

Khusus untuk Shopee, dia menjelaskan perusahaan memotong biaya pemasaran untuk berbagai kanal. Mereka padahal harus bersaing dengan Tiktok Shop terus melaju dengan cepat.

"Baru-baru ini 11.11 tampaknya juga tidak menarik untuk penjual Shopee. Jadi tanda tanya besar adalah apa yang akan dilihat Q4, yang secara tradisional adalah kuartal terbaik di lini teratas e-commerce di Asia Tenggara," Kata Li dikutip The Lowdon Momentum, Jumat (18/11/2022).

Sementara itu, menurutnya investasi Sea ke divisi logistik Shopee bisa jadi langkah yang menjanjikan. Di banyak pasar, kehadiran Shopee Express menekan margin penyedia layanan pengiriman pihak ketiga. Artinya, investasi di bidang logistik menambah pendapatan sekaligus memperkuat posisi Shopee dengan mitra logistik eksternal.

Sea juga menyatakan penghentian investasi ekuitas akan dihentikan oleh perusahaan. Li menilai ini adalah langkah yang tepat karena investor meragukan prospek investasi Sea Capital di Kayak dan FTX.

Di bidang fintech, Sea mengungkapkan bahwa perusahaan Sea Money tidak lagi fokus ke upaya mendorong adaptasi Shopee Pay untuk pembayaran offline. Di sisi lain, laporan kuartalan Sea mulai mengedepankan bisnis pinjaman konsumen Sea Money.

Li juga menyinggung unit bisnis game Sea, Garena yang kemungkinan masih kesulitan.

Garena merupakan unit bisnis yang jadi salah satu penyumbang terbesar pendapatan bagi Sea. Namun bisnisnya harus tersendat akibat Free Fire, game yang dikembangkan dan didistribusikan Garena, diblokir di India.

"Game-game tersebut masih mengalami hambatan industri,. Sementara dalam earning call manajemen menyebutkan mengenai kebangkitan Arena of Valor, game Tencent lainnya, Undawn yang belum dirilis oleh Garena setelah sejumlah penundaan," ungkapnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Rugi Rp 14,9 T, Induk Shopee PHK Pengembang Game Free Fire


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading