98 Persen Warga RI 'Kebal' Covid-19, Butuh Booster Kedua?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
12 August 2022 07:35
Sejumlah penumpang kereta KRL melakukan scan PeduliLindungi di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (12/7/2022). Pemerintah telah menerbitkan aturan perjalanan terbaru merespons kenaikan kasus COVID-19. Aturan-aturan perjalanan terbaru bakal mulai berlaku mulai 17 Juli 2022 mendatang. (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Sejumlah penumpang kereta KRL melakukan scan PeduliLindungi di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (12/7/2022). Pemerintah telah menerbitkan aturan perjalanan terbaru merespons kenaikan kasus COVID-19. Aturan-aturan perjalanan terbaru bakal mulai berlaku mulai 17 Juli 2022 mendatang. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ada 98,5% dari masyarakat Indonesia telah memiliki antibodi SARS-CoV-2. Ini berdasarkan Survei serologi antibodi pada Juli 2022.

Angka tersebut melonjak cukup tinggi dibandingkan hasil survei di bulan Desember 2021. Kala itu tercatat 87,8% telah memiliki antibodi Covid-19.

Selain itu. dilaporkan pula masyarakat yang telah mendapatkan vaksinasi booster punya antibodi tertinggi dibandingkan dengan kelompok lain. Mereka yang mendapatkan vaksin dosis terakhirnya pada Januari-Juli 2022 memiliki kadar antibodi lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum tahun ini.


Masyarakat yang mendapatkan dosis vaksin tambahan akan punya kadar antibodi lebih tinggi dari mereka yang memilki dosis vaksin tetap atau tidak bertambah dosisnya.

Orang yang telah mendapatkan booster rata-rata kenaikan antibodinya juga tercatat lebih tinggi dibanding kelompok lain.

"Hasil sero-survei Juli 2022 menunjukkan pentingnya dilakukan vaksinasi berulang untuk mempertahankan manfaat antibodi dalam memperkecil risiko kematian," tulis Kementerian Kesehatan dalam Survei Serologi SARS Cov di Indonesia.

Catatan lainnya adalah masyarakat yang mendapatkan vaksinasi booster memiliki rerata kadar antibodi 4841,7 U/ml. Untuk mereka yang baru mendapatkan vaksin dosis 1 adalah 1801,1 U/ml.

Pada hasil survei, kelompok vaksinasi hanya sekitar 50% mengalami kenaikan dosis. Kenaikan pesat terlihat pada jumlah kelompok masyarakat yang mendapatkan booster.

Sebagai informasi, pada survei ini 22,6% sampel sudah mendapatkan vaksinasi booster dan Desember 2021 hanya 0,5%. Sedangkan pelaksanaan sero survey dilakukan berdasarkan wilayah aglomerasi sebanyak 514 desa/kelurahan, dan wilayah non-aglomerasi yang terdiri dari 580 desa/kelurahan.

Target sampel sebanyak 20.501 namun yang terkumpul 17.315 dan yang dianalisis sebanyak 17.315.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Terungkap! Kelompok Usia Ini Paling 'Kebal' Lawan Covid-19


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading