Kominfo Matikan 24.000 App Pemerintah, Negara Hemat Banyak

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
12 July 2022 07:25
Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia 2022, g20 Foto: Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia 2022, g20

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G. Plate menyatakan, pemerintah sedang menyiapkan aplikasi super (super app) untuk menggantikan ribuan aplikasi yang saat ini dioperasikan pemerintah.

Ia menilai bahwa aplikasi pemerintah yang digunakan saat ini terlalu banyak dan tidak efisien. Saat ini, ada sekitar 24.000 aplikasi yang bekerja sendiri-sendiri sehingga ia merasa perlu untuk menata ulang aplikasi-aplikasi tersebut.

Johnny G Plate dalam acara Digital Economy Working Group G20 2022,  (Tangkapan layar youtube Kemkominfo TV)Foto: Johnny G Plate dalam acara Digital Economy Working Group G20 2022, (Tangkapan layar youtube Kemkominfo TV)
Kementerian dan lembaga pemerintah daerah memiliki aplikasi yang berbeda-beda di setiap subunitnyaMenkominfo Johnny G. Plate

"Bahkan di setiap kementerian dan lembaga pemerintah daerah memiliki aplikasi yang berbeda-beda di setiap subunitnya, sangat tidak efisien," kata Johnny saat berbicara dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia 2022.

Platform ini nantinya akan menjadi layanan publik terpadu untuk menghasilkan satu data, bagian dari implementasi kebijakan berbasis data. Menurut Johnny, paling tidak hanya butuh 8 aplikasi yang terintegrasi untuk memudahkan komunikasi.

"Ini sedang kita siapkan dalam roadmap Kominfo," tuturnya.

Nantinya untuk 24.000 aplikasi ini, Kominfo melakukan shut down atau menutupnya kemudian secara bertahap akan dipindahkan ke dalam super app pemerintah.

Ia meyakini penggunaan super app efisiensinya akan lebih tinggi dari intervensi fiskal yang Menteri Keuangan Sri Mulyani keluarkan saat ini."Puluhan triliun hematnya, kalau itu bisa dilakukan luar biasa untuk kita," ungkap Johnny.

Di sisi lain, pemerintah dalam rangka electronic government, menggunakan 2.700 pusat data, dan hanya 3 persen yang berbasis cloud. Sisanya bekerja sendiri-sendiri yang mengakibatkan sangat sulit untuk menghasilkan satu data sebagai implementasi data data driven policy di Indonesia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

CT Targetkan Allo Bank Jadi Super App dalam 3 Tahun


(dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading