Ada Lagi Bandar Kripto Bangkrut, Dana Rp 149 Triliun Terancam

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
06 July 2022 16:25
FILE PHOTO: Bitcoin (virtual currency) coins placed on Dollar banknotes, next to computer keyboard, are seen in this illustration picture, November 6, 2017.  REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah sempat menghentikan penarikan, pemberi pinjaman kripto, Voyager Digital menyatakan bangkrut. Chief Executive Officer Stephen Ehrlich mengatakan keputusan ini salah satunya didorong karena masalah Three Arrow Capital.

"Volatilitas dan penularan yang berkepanjangan di pasar kripto selama beberapa bulan terakhir dan default Three Arrow Capital pada pinjaman dari anak perusahaan Voyager Digital LLC, mengharuskan kami mengambil tindakan yang tenang dan berhati-hati serta tegas," kata Ehrlich, dikutip dari Reuters, Rabu (6/7/2022).

Sebagai informasi, Voyager merupakan kreditur dari lindung nilai kripto Three Arrows Capital (3AC). Minggu lalu Voyager mengumumkan 3AC default karena gagal bayar atas pinjaman 15.250 Bitcoin (US$324 juta atau Rp 4,8 triliun) dan USDC senilai US$350 juta (Rp 5,2 triliun).


Sementara itu dalam pengajuan kebangkrutan Chapter 11 pada hari Selasa kemarin, Voyager memperkirakan memiliki 100 ribu kreditur serta US$1 miliar-US$10 miliar (Rp 14,9 triliun-Rp 149 triliun) aset. Perusahaan asal New Jersey memiliki kewajiban senilai yang sama.

Pada Chapter 11, prosedur kebangkrutan menahan seluruh masalah litigasi perdata dan kemungkinan Voyager untuk mempersiapkan rencana turnaroud sambil tetap beroperasi.

Voyager mengatakan memiliki US$110 juta dan aset kripto. Yakni untuk membayar karyawan dan melanjutkan manfaat utama serta program pelanggan tertentu tanpa gangguan.

Kebangkrutan Voyager ini menambah panjang masalah yang diterima industri kripto beberapa waktu terakhir. Misalnya keruntuhan stablecoin TerraUSD pada bulan Mei, di mana kehilangan hampir seluruh nilainya.

3AC juga diketahui mengajukan kebangkrutan Chapter 15, memungkinkan debitur asing melindungi aset AS. Three Arrow merupakan salah satu investor profil tinggi yang terkena aksi jual tajam di pasar kripto dan dilikuidasi.

Celcius Network, perusahaan pemberi pinjaman kripto juga melakukan penghentian penarikan, pertukaran, dan transfer antar akun.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ini Dia Negara dengan Adopsi Kripto Tercepat, Ada Indonesia?


(npb/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading