Kejatuhan Perusahaan Kripto Berlanjut, Kini Giliran Vauld

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
05 July 2022 14:55
Gambar Konten, Cryptocurrency Ambrol Foto: Arie Pratama

Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis yang menimpa perusahaan kripto masih berlanjut hingga hari ini, di mana masalah yang menimpa perusahaan pinjaman kripto kembali bertambah.

Adapun perusahaan tersebut yakni Vauld, yang berbasis di Singapura. Setelah pada Jumat pekan lalu perusahaan serupa yakni Voyager Digital yang pada akhirnya mengikuti langkah Celsius Network, dkk, kini bertambah pula dari Vauld. Vauld pada Senin kemarin juga menghentikan semua penarikan, perdagangan, dan penyetoran di platform-nya dan sedang menjajaki opsi restrukturisasi potensial.

CEO Vauld, Darshan Bathija mengatakan dalam sebuah posting blog bahwa ia menghadapi "tantangan keuangan" yang cukup berat. Ini karena kondisi pasar yang bergejolak, kesulitan keuangan dari mitra bisnis utamanya, dan iklim pasar berbasis aset risiko saat ini. Vauld mensuspensi penarikan pelanggan lebih dari US$ 197,7 juta sejak 12 Juni lalu.


Perusahaan mengatakan sedang bekerja dengan penasihat keuangan dan hukumnya untuk menulusuri dan menganalisis semua opsi yang mungkin, termasuk opsi restrukturisasi potensial, yang menurutnya paling baik untuk melindungi kepentingan pemangku Vauld.

Langkah Vauld untuk menghentikan penarikan terjadi kurang dari tiga pekan setelah sang CEO, Bathija mengatakan perusahaan akan berusaha terus beroperasi seperti biasa meskipun kondisi pasar bergejolak. Dalam postingan blog pada 16 Juni lalu, Bathija mengatakan penarikan sedang "diproses seperti biasa dan ini akan terus terjadi di masa depan."

Tetapi Vauld telah menjadi korban terbaru dari anjloknya harga cryptocurrency tahun ini. Dengan ini maka Vauld menjadi perusahaan kripto kelima yang melakukan suspensi penarikan dana nasabah.

Kripto Bitcoin memiliki kinerja kuartalan terburuk sejak 2011 di kuartal kedua tahun ini. Miliaran dolar terhapus dari nilai pasar cryptocurrency dalam periode tiga bulan terakhir.

Keruntuhan pasar kripto telah mengekspos kekurangan dalam sejumlah proyek cryptocurrency dan model bisnis sejenis.

Pada Mei lalu, koin digital (token) stablecoin algoritma satu-satunya di ekosistem Terra yakni TerraUSD (UST) runtuh bersama dengan token saudaranya yakni Terra luna (LUNA).

Sementara itu, perusahaan dana lindung nilai (hedge fund) cryptocurrency utama yakni Three Arrows Capital resmi dilikuidasi, setelah dinyatakan gagal membayar lebih dari US$ 660 juta pinjaman oleh Voyager Digital, yang merupakan pemberi pinjaman kepada Three Arrows Capital.

Perusahaan pemberi pinjaman Vauld telah menghadapi masalah likuiditas. Dimulai oleh Celsius pada awal bulan lalu, di mana pihaknya telah menghentikan penarikan untuk pelanggan dengan alasan "kondisi pasar yang ekstrem."

Hingga kini, Vauld mengatakan sedang berdiskusi dengan calon investor.

Perusahaan juga meminta bantuan dari Kroll Pte Limited sebagai penasihat keuangannya, dan Cyril Amarchand Mangaldas serta Rajah & Tann Singapore LLP sebagai penasihat hukumnya masing-masing untuk cabang di India dan Singapura.

Sebelum Vauld mengikuti langkah Celsius, pada Jumat pekan lalu, perusahaan serupa yakni Voyager Digital akhirnya mengikuti langkah Celsius dengan menangguhkan penarikan dana dari nasabahnya.

Padahal sebelumnya, Voyager hanya membatasi penarikan dana nasabah sebesar setengahnya dari total yang ditarik oleh nasabah Voyager.

Bahkan, Voyager mendapatkan bantuan dana dari Alameda Ventures, yang merupakan firma perdagangan kuantitatif milik pendiri bursa kripto FTX, Sam Bankman-Fried, sebesar US$ 500 juta.

Namun pada akhirnya, karena kondisi yang tidak memungkinkan, memaksa Voyager mengikuti langkah Celsius dan perusahaan pinjaman kripto lainnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Boncos Apa Cuan? Ini Top 5 Crypto Sepekan


(chd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading