Badai PHK Kripto Berlanjut, Bybit Pangkas Pegawai 30%

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
29 June 2022 16:45
Logo mata uang kripto Bitcoin dan Ethereum terlihat di Coin Marketcap pada monitor komputer di kantor. (Photo by Silas Stein/picture alliance via Getty Images) Foto: Logo mata uang kripto Bitcoin dan Ethereum terlihat di Coin Marketcap pada monitor komputer di kantor. (Photo by Silas Stein/picture alliance via Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bybit jadi perusahaan di sektor kripto yang memberhentikan karyawannya. Dalam sebuah laporan, pertukaran kripto itu memangkas 30% dari 2.000 pegawai.

Laporan itu berasal dari jurnalis kripto Jame Wu. Pihak Bybit sendiri mengonfirmasi kabar tersebut dan memastikan pegawai yang terdampak akan menerima pesangon dan dukungan lain.

"Bybit sangat bergantung pada profesionalisme dan kemampuan eksekusi yang cepat. Kami sedang mencari cara untuk menghilangkan fungsi yang tumpang tindih dan membangun tim yang lebih kecil namun lebih gesit untuk meningkatkan efisiensi kami. Mulai minggu ini beberapa fungsi dan peran akan ditinjau untuk memastikan kami tetap fokus dan gesit," kata Bybit dalam pernyataannya, dikutip dari Tech Crunch, Rabu (29/6/2022).


"Untuk mendukung kelancaran proses transisi, rekan kerja yang terdampak akan diberi paket pesangon dan akses ke dukungan karir karyawan Bybit dalam transisi pekerjaan mereka".

Keputusan Bybit ini mengikuti beberapa perusahaan di sektor kripto lainnya. Misalnya Coinbase memangkas 18% atau hampir 1.100 orang.

Crypto.com merumahkan 260 orang atau 5% dari jumlah pegawainya. Sementara BlockFi melakukan hal yang sama pada 20% atau 850 karyawannya.

Pasar kripto menghadapi anjloknya berbagai nilai token dan koin. Misalnya saja Bitcoin turun di bawah US$29 ribu dan Ether di bawah US$1.000, hanya untuk pulih selama beberapa hari terakhir.

Sementara itu, beberapa penyedia layanan keuangan kripto seperti Celcius dan Babel Finance memutuskan membekukan penarikan. Ini dilakukan para perusahaan sebagai upaya melawan penurunan yang terjadi di pasar.

Saat pasar kripto menghadapi masa sulit, para perusahaan menemukan cara baru memangkas biaya dan untuk tetap bisa bertahan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ini Dia Negara dengan Adopsi Kripto Tercepat, Ada Indonesia?


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading