Curi 100 Juta Data, Mantan Karyawan Amazon Terancam Dibui

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
20 June 2022 19:14
Ilustrasi peretasan jaringan internet

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang mantan karyawan Amazon Web Services (AWS) dinyatakan bersalah karena meretas sistem penyimpanan cloud pelanggan dan mencuri data yang terkait dengan Capital One.

Paige Thompson terbukti meretas data Capital One dan mencuri data lebih dari 100 juta orang pengguna. Kejadian tiga tahun lalu itu menjadi pelanggaran data terbesar di Amerika Serikat. Thompson adalah seorang mantan engineer perangkat lunak di Amazon.

Pengadilan Distrik AS di Seattle menghukum Paige Thompson atas tujuh kejahatan federal, termasuk penipuan komputer yang diancam hukuman hingga 20 tahun penjara.


Tuduhan lainnya, ia secara ilegal mengakses komputer yang dilindungi dan merusak komputer yang dilindungi. Atas tudah itu ia dapat dihukum hingga lima tahun penjara.

Keterangan dari Departemen Kehakiman (DOJ) menyatakan Thompson mengembangkan alat yang memindai akun yang salah konfigurasi di AWS. Kemudian ia memanfaatkan akun ini untuk mendapatkan akses ke sistem Capital One dan lusinan pelanggan AWS lainnya.

Jaksa juga menilai Thompson menggunakan aksesnya ke beberapa server untuk menambang cryptocurrency yang masuk ke dompetnya sendiri. Dia kemudian "membual" tentang kesalahannya di forum online dan melalui pesan teks.

AmazonFoto: Amazon (Reuters)

"Dia menginginkan data, dia menginginkan uang, dan dia ingin menyombongkan diri," kata Asisten Jaksa Amerika Serikat Andrew Friedman tentang Thompson dalam argumen penutup selama persidangan, dikutip dari CNBC Internasional, Senin (20/6/2022).

Pada saat itu, ada beberapa perdebatan mengenai apakah Thompson adalah seorang peretas etis atau peneliti keamanan karena kejujurannya yang tidak biasa tentang perannya dalam serangan Capital One secara online.

Thompson, yang juga menggunakan nama "Erratic" secara online, ditangkap karena melakukan peretasan Capital One pada Juli 2019.

Pelanggaran tersebut adalah salah satu yang terbesar yang pernah tercatat, mengungkap nama, tanggal lahir, nomor jaminan sosial, alamat email, dan nomor telepon lebih dari 100 juta orang di AS dan Kanada.

Data yang dicuri termasuk sekitar 120.000 nomor jaminan sosial dan sekitar 77.000 nomor rekening bank, menurut pengaduan.

Capital One sejak itu didenda US$80 juta karena diduga gagal mengamankan data pengguna dan denda terhadap pelanggan yang terpengaruh sebesar US$190 juta.

 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jeff Bezos Bangun Amazon di Garasi, Sekarang Harta Rp 2.600 T


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading