WHO Bawa Tak Enak Soal Kondisi Covid-19 Dunia, Semakin Buruk?

Tech - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
18 June 2022 16:10
Infografis/COVID-19, nama baru penyakit akibat virus corona yang mematikan/Aristya Rahadian Krisabella

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Kesehatan Dunia (WHO) kali ini kembali membawa kabar yang kurang sedap mengenai Covid-19. Pasalnya, sekalipun kematian akibat virus tersebut mengalami penurunan bukan berarti pandemi sudah berakhir.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada para menteri kesehatan di seluruh negara. Terutama di saat acara pembukaan Majelis Kesehatan Dunia tahunan badan pembuat keputusan WHO yang terdiri dari perwakilan 194 negara.

"Jadi, apakah Covid-19 sudah berakhir? Tidak, ini pasti belum berakhir. Saya tahu ini bukan pesan yang ingin Anda dengar, dan itu jelas bukan pesan yang ingin saya sampaikan," kata Tedros, dikutip dari UN News, Rabu (15/6/2022).


Menurutnya, meski di banyak negara semua pembatasan telah dicabut dan kehidupan tampak seperti sebelum pandemi, kasus Covid yang dilaporkan justru meningkat di hampir 70 negara di semua wilayah. Khususnya, di wilayah di mana jumlah tes Covid yang dilakukan sudah sangat sedikit.

Ia lalu memperingatkan bahwa kematian akibat Covid yang dilaporkan juga meningkat di Afrika, di mana wilayah itu menjadi benua dengan cakupan vaksinasi terendah.

"Virus ini telah mengejutkan kami dalam banyak hal, badai yang telah melanda masyarakat berulang kali, dan kami masih tidak dapat memprediksi jalurnya, atau intensitasnya," ungkapnya.

Meski tidak bisa memprediksi kapan Covid berakhir, dia menegaskan bahwa ada kemajuan signifikan terkait vaksin Covid. Saat ini, sekitar 60% populasi dunia sudah divaksinasi, meskipun Tedros mengingatkan bahwa hampir satu miliar orang di negara-negara berpenghasilan rendah tetap belum divaksinasi.

"Hanya 57 negara yang telah memvaksinasi 70% dari populasi mereka dan hampir semuanya negara berpenghasilan tinggi," katanya.

Dia juga memperingatkan bahwa dengan penularan yang meningkat, berarti akan ada lebih banyak laporan kematian dan lebih banyak risiko munculnya varian baru.

Sebagaimana diketahui, WHO kembali menemukan virus corona varian Omicron baru bernama BA.4 dan BA.5. Keduanya merupakan saudara dari BA.1 alias Omicron asli. Sebelumnya Omicron diketahui memiliki sejumlah subvarian yakni BA.2, BA.1.1 dan BA.3.

Kedua subvarian itu ditemukan pertama kali di Afrika Selatan pada awal tahun ini. Kemudian, WHO menyatakan BA.4 dan BA.5 sebagai variant of concern (VoC) pada 12 Mei 2022 lalu. Kini Omicron BA.4 dan BA.5 juga dilaporkan telah ditemukan di Indonesia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

WHO Sesalkan Dunia Terlambat Sadar Akan Bahaya Covid-19


(dce/dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading