WHO Rilis Wabah Mematikan, Penyakit X Lebih Seram dari Covid

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
06 January 2023 10:55
Kasus infeksi Covid-19 di Australia kembali melonjak, dengan ratusan ribu orang dilaporkan terinfeksi virus tersebut tiap minggunya. Otoritas kini telah meminta pengusaha untuk mengizinkan para pekerja kembali bekerja dari rumah (WFH) dan menggunakan masker untuk menekan angka penularan. (Getty Images/Lisa Maree Williams) Foto: Kasus infeksi Covid-19 di Australia kembali melonjak, dengan ratusan ribu orang dilaporkan terinfeksi virus tersebut tiap minggunya. Otoritas kini telah meminta pengusaha untuk mengizinkan para pekerja kembali bekerja dari rumah (WFH) dan menggunakan masker untuk menekan angka penularan. (Getty Images/Lisa Maree Williams)

Jakarta, CNBC Indonesia -  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis daftar penyakit mematikan. Salah satunya penyakit X yang dilaporkan lebih seram dari Covid-19.

Penyakit X sendiri merupakan patogen misterius dan disebut dapat menyebabkan epidemi secara global yang serius, dikutip dari laman resmi WHO, Jumat (6/1/2023).

Daftar itu sebenarnya sudah dirilis pertama kali pada 2017 lalu. Termasuk di dalamnya adalah Covid-19, demam berdasarah Krimea-Cong, Ebola dan virus Marburg, Lassa, MERS dan SARS, Nipah dan Henipaviral, Rift Valley, serta Zika.

Daftar penyakit yang sudah direvisi kemungkinan akan terbit pada kuartal pertama tahun 2023 ini. Para ahli akan merekomendasikan daftar patogen yang perlu penelitian lebih lanjut.

Proses itu akan mencakup seperti kriteria ilmiah dan kesehatan masyarakat. Selain juga terkait dampak sosial ekonomi, akses dan juga kesetaraan.

"Menargetkan patogen prioritas dan keluarga virus untuk penelitian dan pengembangan penanggulangan sangat penting untuk respon epidemi dan pandemi yang cepat serta efektif," kata Direktur Kedaruratan WHO, Michael Ryan, dikutip dari Science Alert.

"Tanpa investasi R&D signifikan sebelum pandemi Covid-19, vaksin aman dan efektif tidak akan mungkin dikembangkan dalam waktu singkat".

Bagi patogen yang diberi label prioritas, cetak biru Litbang WHO untuk epidemi mengembangkan peta jalan. Ini menjabarkan soal kesenjangan pengetahuan dan prioritas penelitian.

Menurut kepala ilmuwan WHO, Dr Soumya Swaminathan, daftar patogen ini jadi referensi komunitas peneliti. Yakni memiliki apa yang harus difokuskan nantinya.

"Ini dikembangkan bersama dengan para ahli di lapangan, dan merupakan arah yang disepakati di mana kita, sebagai komunitas riset global, perlu menginvestasikan energi dan dana untuk mengembangkan tes perawatan dan vaksin," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kapan Pandemi Covid Berakhir? Ini Prediksi Terbaru WHO


(npb)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading