Indonesia Gertak WTO, Bikin Raksasa Teknologi Global Berdebar

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
16 June 2022 07:45
Silicon Valley. (wikipedia.org)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia mengancam tidak akan perpanjang moratorium tarif e-commerce yang ditetapkan WTO (World Trade Organization). Dengan begitu, pada masa depan platform streaming seperti Spotify hingga Netflix bisa dikenakan tarif tambahan.

Informasi ini berasal dari Reuters yang mengutip sumber perdagangan. Dilaporkan pula bukan hanya Indonesia, melainkan ada India dan Afrika Selatan yang melakukan hal serupa, dikutip Rabu (15/6/2022).

Moratorium itu disetujui WTO pada tahun 1998. Selama beberapa kali diperpanjang pada konferensi tingkat menteri.


Kemungkinan itu mendorong 108 asosiasi perusahaan teknologi, termasuk di India dan Indonesia untuk bersurat kepada WTO mendesak adanya pembaruan moratorium. Jika tidak dilakukan, mereka mengatakan terjadi kemunduran untuk WTO dan juga merusak pemulihan global.

John Neuffer, kepala eksekutif Asosiasi Industri Semikonduktor berbasis di Amerika Serikat (AS) menyatakan aliran data bebas tarif penting bagi negara yang ingin menarik asing. Selain juga menawarkan manfaat yang jelas untuk konsumen serta usaha kecil.

"Kami mendengar bel alarm bahwa segala sesuatu dalam masalah dengan lebih banyak risiko moratorium tidak diperpanjang," jelasnya kepada Reuters.

"Risikonya adalah jika satu atau dua melakukannya, negara lain akan melakukan hal serupa".


[Gambas:Video CNBC]

(npb)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading