Sub-varian Covid-19 Baru Muncul, Bakal Ada Vaksin Tahunan?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
13 June 2022 18:45
Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Siti Nadia

Jakarta, CNBC Indonesia - Sub-varian omicron Covid-19 kembali ditemukan yakni BA.4 dan BA.5. Di saat bersamaan, kasus di dalam negeri juga mengalami lonjakan. Apakah ini bisa membuat kebijakan adanya vaksin tahunan?

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Siti Nadia mengatakan untuk vaksin tahunan Covid-19 seperti yang dilakukan pada vaksin Influenza masih dalam kajian.

"Masih dikaji oleh para ahli, apakah seperti vaksin Influenza apakah tetap dibutuhkan setiap tahun," kata Siti Nadia, dalam Talkshow Tangkal Virus yang Bermutasi dengan Vaksin Booster, dikutip dari kanal Youtube BNPB Indonesia, Senin (13/6/2022).


Dia menjelaskan virus masih bermutasi, namun tidak selalu membuatnya menjadi lebih ganas. Bahkan bisa melemahkan virus itu sendiri.

Untuk kali ini, pemerintah berfokus untuk mengendalikan pandemi. Siti Nadia mengatakan masyarakat perlu melengkapi vaksinasi primer dua dosis dan satu booster.

"Dari data-data kajian ilmiah yang ada, perlu untuk melengkapi vaksinasi dua dosis dan ditambah satu booster," jelasnya.

"Ke depan perlu booster ke-4 masih dikaji manfaat. Apalagi setiap tahun masih dikaji para ahli".

Hingga saat ini, dia menyatakan vaksin Covid-19 tidak berbayar. Belum ada mekanisme dosis booster berikutnya diadakan, termasuk yang berbayar.

"Vaksin Covid tidak berbayar. Kalau ingin mendapatkan berbayar belum ada mekanisme yang mengatur. Belum membuat kebijakan booster kedua mandiri," kata Siti Nadia.

Dia menjelaskan hingga saat ini masih ada 6-7 provinsi yang capaian vaksinasinya belum 70%. Namun secara kabupaten/kota masih banyak yang belum mencapai angka tersebut.

"Kembali lagi kita harus melakukan percepatan membuka sentra vaksinasi lebih banyak. kembali mengajak para tokok masyarakat melakukan upaya-upaya memastikan pada masyarakat informasi pandemi masih terus dilakukan," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sudah Vaksin Booster Tapi Positif Covid-19? Ini Kata Ahli


(npb/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading