Sudah Vaksin Beberapa Kali Masih Kena Covid? Ini Penyebabnya

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
16 August 2022 08:55
Pengunjung mall mengantri untuk melakukan vaksinasi dosis ketiga covid-19 di mall Bale Kota Tangerang, Banten, Selasa 19/07. Pemerintah resmi memberlakukan wajib vaksin booster atau dosis ketiga untuk masuk mal atau area publik lainnya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Pengunjung mall mengantri untuk melakukan vaksinasi dosis ketiga covid-19 di mall Bale Kota Tangerang, Banten, Selasa 19/07. Pemerintah resmi memberlakukan wajib vaksin booster atau dosis ketiga untuk masuk mal atau area publik lainnya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ada banyak kasus saat seseorang yang telah divaksin, bahkan setelah mendapatkan dosis booster ternyata tetap terinfeksi Covid-19. Salah satunya karena vaksin yang ada saat ini belum memiliki efektivitas 100% untuk cegah infeksi virus.

Selain itu, para ahli mengungkapkan penyebabnya adalah virus Covid-19 yang terus bermutasi. Salah satunya adalah varian Delta yang membuat kemanjuran vaksin menjadi menurun.

Profesor Lawrence Young, ahli Virologi Fakultas Kedokteran Universitas Warwick mengatakan tidak ada vaksin yang 100% efektif. Menurutnya akan ada kerentanan infeksi dan penyakit pada tiap individu.

"Ada dua faktor lain yang memengaruhi efektivitas vaksin: yaitu menurunnya kekebalan, kita masih belum tahu berapa lama kekebalan protektif yang diinduksi oleh vaksin bertahan. Ini mungkin jadi faktor orang tua dan lebih rentan yang divaksinasi pada awal program," kata dia.

Melansir CNBC Internasional, para ahli juga menambahkan masih ada informasi tidak lengkap soal berapa lama kekebalan yang dibuat vaksin Covid-19.

Sementara itu, sejumlah penelitian mencatat efektivitas rendah vaksin untuk mencegah penyakit. Misalnya data awal di Israel pada Juli tahun lalu, menemukan vaksin Pfizer hanya memiliki keefektifan 40,5% untuk mencegah penyakit simtomatik.

Tenaga kesehatan mengikuti Vaksinasi COVID-19 booster kedua di Rumah Sehat Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, Jakarta, Selasa (9/8/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)Foto: Tenaga kesehatan mengikuti Vaksinasi COVID-19 booster kedua di Rumah Sehat Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, Jakarta, Selasa (9/8/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Meski masih terkena Covid-19, dua dosis vaksin dinilai masih efektif melindungi penerimanya dari penyakit parah dan rawat inap.

"Vaksin Covid-19 efektif mencegah infeksi, penyakit serius dan kematian. Kebanyakan orang terkena Covid-19 tidak divaksi. Namun karena vaksin tidak 100% efektif mencegah infeksi, beberapa orang yang telah divaksinasi lengkap tetap akan terkena Covid-19," tulis CDC dalam situs resminya.

Pemerintah Indonesia juga terus mendorong masyarakat mendapatkan vaksinasi booster. Sebab dapat mencegah terkena gejala berat Covid-19 dan risiko kematian.

"Kami berharap agar vaksinasi bisa berkontribusi besar untuk mencegah pasien bergejala berat hingga berisiko kematian akibat infeksi Covid-19," ungkap Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi beberapa waktu lalu, dikutip dari laman Sehat Negeriku.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Menuju Fase 3, Izin Vaksin Merah Putih Bakal Lebih Cepat


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading