Angka Vaksinasi Tembus 400 Juta, Lalu Vaksin BUMN Buat Siapa?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
09 June 2022 15:35
Erick Thohir Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ist Foto: Erick Thohir Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Vaksin BUMN saat kini tengah dikembangkan dan masuk ke uji klinis 3. Namun mengingat cakupan vaksinasi yang sudah cukup tinggi di Indonesia, vaksin BUMN diperuntukkan bagi siapa?

Honesti Basyir, Direktur Utama Bio Farma menyatakan untuk uji klinis tahap 3 ini akan dilakukan untuk vaksin dosis pertama dan kedua atau vaksinasi primer. Sementara itu kemungkinan besar penggunaannya untuk booster dan anak.

Erick Thohir Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). IstFoto: Erick Thohir Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ist
Erick Thohir Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ist
Kemungkinan besar untuk booster dan untuk anakDirut BUMN Honesti Basyir

"Melakukan uji klinis untuk primer. Kemungkinan besar untuk booster dan untuk anak. Karena masih kekurangan supply anak. Masih belum banyak vaksin mendapatkan lisence untuk anak," jelas Honesti dalam konferensi pers, Kamis (9/6/2022).


Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono juga mneyatakan vaksin BUMN kemungkinan untuk jadi booster karena angka vaksinasi dalam negeri sudah 400 juta dosis. Dengan itu, vaksin BUMN bisa jadi alternatif saat antibodi yang dimiliki masyarakat saat ini menurun.

Selain itu juga bisa bagi mereka yang belum mendapatkan vaksin primer. Saat ditanya terkait apakah vaksin BUMN akan diekspor, Dante juga tak menutup kemungkinan.

"Salah satu di antara alternatif booster tersebut adalah vaksin yang diproduksi BUMN diarahkan ke sana. Di samping vaksin primer untuk mereka yang belum divaksin," jelas Dante.

Soal kemungkinan ekspor, Menteri BUMN Erick Thohir memastikan vaksin BUMN digunakan lebih dulu di dalam negeri. Namun sama seperti Dante, tak menutup kemungkinan untuk membuka produksi secara global.

Kapasitas yang disiapkan Bio Farma saat ini mencapai 120 juta dosis per tahun. Namun Erick menyatakan masih bisa ditingkatkan mencapai 500 juta dosis.

"Kalau nanti diperlukan memperbesar apalagi menginginkan produksi vaksin dunia bisa ditingkatkan. kita terus melakukan inovasi-inovasi baik kerja sama dalam negeri, anak Indonesia berkarier di Indonesia meningkatkan teknologi kita supaya tidak terus tertinggal," kata Erick.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bos Bio Farma Ungkap Nasib Vaksin BUMN Buat Lawan Covid-19


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading