Wajah Justin Bieber Lumpuh, Benarkah Karena Vaksin Covid?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
13 June 2022 10:10
Justin Bieber x Vespa (Tangkapan Youtube Vespa Official)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyanyi pop dunia, Justin Bieber mengalami kelumpuhan wajah sementara. Namun apa yang sebenarnya terjadi dan apakah ini terkait dengan Covid-19?

Penyanyi 28 tahun itu membatalkan turnya karena mengaku secara fisik tiap bisa melakukannya. Dalam video di akun Instagramnya, Bieber mengungkapkan didiagnosis Ramsay Hunt Syndrome. Ini membuat wajah sebelah kanannya lumpuh.

Justin Bieber accepts the award for artist of the year at the MTV Video Music Awards at Barclays Center on Sunday, Sept. 12, 2021, in New York. (Photo by Charles Sykes/Invision/AP)Foto: Charles Sykes/Invision/AP/Charles Sykes

Berikut beberapa penjelasan terkait Ramsay Hunt Syndrome, dirangkum dari India Times, Senin (13/6/2022):


Apa itu Ramsay Hunt Syndrome?

James Ramsay Hunt, dokter yang pertama kali menemukannya tahun 1907, juga dikenal sebagai herpes zoster oticus. Ini adalah karakteristik umum ruam telinga.

Penyakit ini merupakan kondisi saraf langka menyebabkan kelumpuhan saraf wajah dan ruam yang biasanya menyerang telinga atau mulut. Efek sampingnya adalah tinnitus (telinga berdenging) dan gangguan pendengaran.

"Dari virus ini yang menyerang saraf di telinga dan saraf wajah saya dan menyebabkan wajah saya lumpuh," jelas Bieber, dalam videonya.

Itu terjadi saat virus varicella-zoster (anggota virus DNA dari kelompok virus herpes) menginfeksi saraf di kepala. Virus penyebab Ramsay Hunt itu juga virus penyebab cacar air dan herpes zoster.

Virus sindrom ini diyakini menginfeksi saraf wajah dekat telinga bagian dalam. Ini menyebabkan iritasi dan pembengkakan saraf. Kondisi tersebut khususnya terjadi pada orang dewasa, namun beberapa kasus juga menimpa anak-anak.

Diagnosis dan Perawatan Hunt Syndrome

Sindrom ini biasanya didiagnosis dengan mencari tanda kelemahan di wajah dan ruam. Beberapa pengujian yang mungkin dilakukan adalah:
- Tes darah untuk virus varicella-zoster
- Electromyography (EMG)
- Lumbar punctur (dalam kasus yang jarang)
- MRI di kepala
- Konduksi saraf, untuk menentukan besarnya kerusakan saraf wajah
- Tes kulit untuk virus varicella-zoster

Untuk pengobatannya biasanya diberikan anti inflamasi kuat yang disebut steroid, seperti prednison. Selain itu juga bisa diberikan obat antivirus seperti asiklovir atau valasiklovir.

Obat penghilang rasa sakit yang kuat juga diperlukan jika rasa sakit berlanjut bahkan setelah diberikan steroid.

Bagi yang mengalaminya, disarankan mengenakan penutup mata mencegah cedera pada kornea dan kerusakan mata lainnya.

Apakah Hunt Syndrome berkaitan dengan Covid-19?

Laman India Times menyatakan sejumlah penelitian menunjukkan vaksin Covid-19 dengan sindrom Ramsay Hunt saling terkait. Penelitian dari Gujarat Adani Institue of Medical Science Graduate Medical Education menyatakan "kemungkinan ada hubungan antara vaksin Covid-19 dengan herpes zoster".

Studi dari Departemen Bedah Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Tulane dan Pusat Ilmu Saraf Klinis Tulane menyatakan kasus herpes zoster terkait vaksin telah didokumentasikan di seluruh dunia.


[Gambas:Video CNBC]

(npb)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading