Produsen iPhone Foxconn Pilih Buka Pabrik di Malaysia

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
07 June 2022 15:30
Visitors are seen at a Foxconn booth at the World Intelligence Congress in Tianjin, China May 19, 2018. Picture taken May 19, 2018. REUTERS/Stringer  ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. CHINA OUT.

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa manufaktur Taiwan, Foxconn, berencana untuk membangun pabrik di Malaysia, pusat semikonduktor yang jarang dilirik. Pabrik tersebut rencananya akan digunakan untuk membuat cip kendaraan listrik yang terus berkembang.

Mitra Foxconn Malaysia, Dagang NeXchange, mengatakan dalam pengajuan dengan bursa saham Malaysia bahwa mereka telah menandatangani nota kesepahaman dengan Big Innovation Holdings, anak perusahaan dari perakit iPhone, untuk mendirikan usaha patungan di negara Asia Tenggara.

Foxconn Taiwan memamerkan tiga prototipe kendaraan listrik. (REUTERS/FABIAN HAMACHER)Foto: Foxconn Taiwan memamerkan tiga prototipe kendaraan listrik. (REUTERS/FABIAN HAMACHER)
Foxconn Taiwan memamerkan tiga prototipe kendaraan listrik. (REUTERS/FABIAN HAMACHER)

Menurut laporan, Foxconn dan Dagang NeXchange sedang membangun pabrik semikonduktor untuk kendaraan listrik.


Usaha patungan ini akan membangun pabrik fabrikasi yang mengkhususkan diri dalam teknologi 28-nanometer dan 40-nanometer, yang mampu memproduksi hingga 40.000 wafers per bulan.

"Saya yakin Foxconn melakukan analisis biaya manfaat sebelum membuat keputusan seperti itu," ujar Darson Chiu, seorang peneliti di Institute of Economic Research Taipei, dikutip dari Forbes, Selasa (7/6/2022).

"Barang-barang buatan Malaysia dapat dijual di China, AS, dan Asia Tenggara tanpa hambatan politik," imbuhnya.

Malaysia, kata Chiu, memiliki kemampuan TI tercanggih di Asia Tenggara dan itu penting untuk menjadi pertimbangan. Karena dengan begitu Foxconn dapat merekrut dan melatih teknisi lokal untuk memulai produksi.

Malaysia disebut mewakili pusat teknologi baru yang terlindung dari sengketa perdagangan China-AS.

Sekitar 37% dari ekspor barang Malaysia terdiri dari produk listrik dan elektronik. Rajiv Biswas, direktur eksekutif dan kepala ekonom Asia-Pasifik di S&P Global Market Intelligence, mengatakan, Malaysia menyumbang sekitar 13% dari kapasitas global untuk perakitan, pengujian, dan pengemasan semikonduktor.

"Keputusan Foxconn untuk membangun fasilitas semikonduktor utama di Malaysia mencerminkan prioritas tinggi yang diberikan oleh perusahaan elektronik untuk diversifikasi rantai pasokan mereka untuk komponen elektronik penting." kata Biswas.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sempat Tertunda, Produksi iPhone 13 Dilanjutkan di Pabrik Ini


(dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading