Pabrik Apple di China Setop Produksi, iPhone Makin Langka?

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
13 April 2022 17:35
Seseorang dengan pakaian pelindung meemanjat barikade yang dipasang di sekitar area tertutup, selama penguncian untuk mengekang penyebaran penyakit coronavirus (COVID-19) di Shanghai, China, Senin (11/4/2022). (REUTERS/Aly Song)

Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen utama iPhone Apple menghentikan operasi karena lockdown di Shanghai.

Perusahaan teknologi, Pegatron, mengatakan bahwa mereka sementara menghentikan produksi di dua pabriknya di China, dikutip CNBC Indonesia dari BBC, Rabu (13/4/2022).

Pengumuman itu justru datang ketika otoritas setempat melonggarkan beberapa aturan Covid-19 di Shanghai, pada Selasa (12/4).


Dalam keterbukaan di bursa saham, Pegatron mengatakan telah menghentikan operasi di pabriknya di Shanghai dan Kunshan sebagai tanggapan atas kebijakan pencegahan Covid-19 dari pemerintah daerah. Perusahaan mengatakan akan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk melanjutkan operasi sesegera mungkin.

Pabrik produsen Apple MacBook, Quanta, dan pembuat iPad, Compal Electronics, juga telah menghentikan aktivitas di China.

Namun, Pegatron tidak memberikan perincian lebih lanjut ketika dihubungi untuk dimintai komentar oleh BBC. Begitu pula dengan Apple, Quanta dan Compal.

Seorang analis di perusahaan investasi Wedbush Securities, Dan Ives, memperkirakan lockdown akan berdampak pada produksi iPhone.

Dia memperkirakan bahwa produksi 3 juta iPhone telah terpengaruh sepanjang bulan ini dan akan ada yang lebih tertekan lagi ke depannya.

Ives juga mengatakan bahwa produksi 2 juta iPad dan 1 juta MacBook juga kemungkinan akan terpengaruh.

"Penutupan Pegatron seperti siraman bensin ke api, yang merupakan rantai pasokan untuk Apple dan bagian lain dari ekosistem iPhone," kata Ives. "Ini memperkuat masalah rantai pasokan untuk iPhone." imbuhnya.

Perusahaan Taiwan lainnya, Foxconn, yang juga merakit iPhone untuk Apple, menghentikan operasi di pabriknya di Shenzhen bulan lalu. Mereka mengalihkan produksi ke lokasi lain, sambil melanjutkan operasi di Shenzhen dengan karyawan yang bekerja dalam sistem tertutup.

Sejak pandemi dimulai pada 2019, China telah memberlakukan lockdown yang memengaruhi jutaan orang di kota-kota besar termasuk Xi'an dan Wuhan.

Lockdown Shanghai adalah yang terbesar hingga saat ini dan Shanghai merupakan pusat utama industri keuangan, manufaktur, dan rumah bagi pelabuhan terbesar di dunia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Iphone 13 Dijual Rp 30 Juta, Secanggih Apa?


(Intan Rakhmayanti Dewi/dem)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading