Duh, Laju Vaksinasi Booster Lambat Stok Vaksin Menumpuk

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
31 May 2022 18:10
Peserta mengikuti vaksinasi booster COVID-19 di Sentra Vaksinasi Booster, Pondok Indah Mall 3, Jakarta, Rabu (23/3/2022). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menggenjot program vaksinasi terutama booster. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Lucia Rizka Andalusia mengatakan, distribusi vaksin Covid-19 dari PT Biofarma mulai menurun di Mei 2022.

Menurut Lucia, penurunan tersebut disebabkan karena mayoritas masyarakat sudah divaksinasi dosis satu dan dosis dua.

"Sehingga kebutuhan vaksin kami juga turun dengan sangat drastis," kata Rizka dalam rapat dengan Komisi IX DPR, Selasa (31/5/2022).


Sejak 1-28 Mei vaksin yang keluar dan didistribusikan dari gudang pusat vaksin ke daerah-daerah tercatat sebanyak 3,6 juta dosis vaksin. Di daerah pun, sambungnya, persediaan vaksin masih juga tinggi.

Hingga saat ini, stok vaksin di pusat dan daerah masih sekitar 47 juta dosis sampai akhir tahun 2022. "Sementara kebutuhan vaksin untuk menyelesaikan sesuai target [vaksinasi] adalah 44,8 juta dosis," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes, Prima Yosephine, menjelaskan, cakupan vaksin booster masih rendah yaitu 16 persen dari total populasi.

Cakupan booster baru sekitar 2 persen dari total sasaran total di atas usia 18 tahun. Ia juga melihat bahwa laju vaksinasi Covid-19 terjadi penurunan selama Mei, dan belum terlihat ada kenaikan.

"Kita liat laju suntikan rata-rata 7 hari terakhir itu hanya 217 ribu suntikan per hari," tuturnya.

Berdasarkan laju ini Kemenkes mencoba kembali menghitung berapa kebutuhan vaksin yang dibutuhkan jika menargetkan mencapai total vaksinasi primer 70 persen dari total populasi di setiap provinsi, dan 50 persen untuk vaksinasi booster.

"Dari perhitungan itu, maka kita membutuhkan vaksin 44,8 juta dosis lagi. ini dengan mengasumsikan dosis ketiganya half dose," kata Prima.

"Kebutuhan sebesar ini memperhitungkan laju dan stok yang ada, maka memang stok yang ada saat ini sangat mencukupi kebutuhan vaksinasi Covid kita." pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ternyata Ada Orang Kebal Covid Tanpa Vaksin, Baca Riset Ini!


(Intan Rakhmayanti Dewi/dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading