Panik Terra LUNA, Investor Berjamaah Jual Kripto Ini Rp 146 T

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
24 May 2022 12:30
FILE PHOTO: Smartphone with Tether logo is placed on displayed U.S. dollars in this illustration taken, May 12, 2022. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa waktu terakhir, aset kripto Terra Luna jatuh ke bawah US$1. Ini membuat kekhawatiran bagi regulator bahkan dilaporkan penarikan stablecoin Tether mencapai lebih dari US$10 miliar (Rp 146,4 triliun).

CNBC Internasional, mengutip data dari CoinGecko, pada tanggal 11 Mei pasokan Tether US$84,2 miliar (Rp 1.232 triliun) turun menjadi sekitar US$73,3 miliar (Rp 1.073 triliun) pada Senin kemarin.

Bahkan, menurut laporan yang sama, pada hari Jumat lalu ada penarikan Tether mencapai sekitar US$1 miliar(Rp 14,6 triliun), dikutip Selasa (24/5/2022).


Sebenarnya banyak regulator dan ekonom telah sejak lama mempertanyakan apakah Tether punya aset yang cukup untuk cadangan. Dalam pernyataannya pada hari Senin, Tether mengatakan USDT sepenuhnya didukung jaminan.

"Ini telah mempertahankan peg (target minimal 1 token = US$1) karena tiap USDT bisa ditukarkan dengan dolar lewat Tether dan karena tiap kali harga turun US$1, investor bisa memperoleh keuntungan dengan membeli USDT dengan diskon dan menukarkannya," jelas Tether.

Dampak runtuhnya Terra, blockchain di belakang UST dan Luna, mengejutkan pasar kripto, bersamaan dengan jatuhnya nilai Bitcoin dan aset kripto lain, bahkan menimbulkan kekhawatiran bagi regulator.

"Setiap kali ada kegagalan atau bencana dalam kripto, ketakutan bahwa seseorang akan salah membaca situasi dan mengoreksi secara berlebihan dalam posisi tidak membantu seluruh komunitas secara besar-besaran," kata co-creator Tezos Blockchain, Kathleen Breitman.

"Meskipun saya senang melihat hal-hal tidak masuk akal gagal, selalu ada nada seperti 'apakah orang akan memperkirakan dari sini bahwa segala sesuatu yang merupakan stablecoin tidak sehat?' Itu selalu jadi ketakutan besar".

UST tidak didukung mata uang fiat yang disimpan dalam cadangan. Namun mengandalkan beberapa rekayasa kompleks jadi stabilitas harga dipertahankan lewat penghancuran dan penciptaan UST dan Luna.

Nampaknya investor terpikat dengan janji hasil penghematan platform Anchor, banyak investor mengira ini adalah tingkat yang tidak berkelanjutan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Terra Luna Gagal Diselamatkan, Kapan Pasar Kripto Akan Pulih?


(npb)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading