Kripto Berantakan, Bos Ethereum: Saya Bukan Miliarder Lagi

Tech - Intan Rakhamayanti Dewi, CNBC Indonesia
23 May 2022 10:10
Vitalik Buterin. Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Vitalik Buterin, salah satu pendiri platform blockchain Ethereum, menjadi salah satu korban terbaru dalam keruntuhan dramatis kripto. Ia bahkan mengaku sudah bukan lagi miliarder.

"Saya bukan miliarder lagi," kata Buterin, dalam sebuah posting Twitter, dikutip dari Business Standard, Senin (23/5/022).

Buterin menciptakan Ethereum pada 2014 dan merupakan pemilik dompet digital yang pada November lalu memiliki kepemilikan senilai sekitar US$1,5 miliar. Sejak itu, harga token Ether yang terkait dengan blockchain telah turun sebesar 55%.


Buterin sebelumnya menyebut akan menyambut harga koin digital yang lebih rendah. Kepada Bloomberg News ia mengatakan "Orang-orang yang mendalami crypto, dan terutama membangun sesuatu, banyak dari mereka menyambut pasar beruang."

Investor kripto telah terpukul oleh penurunan tajam harga mata uang digital dan gejolak yang melanda stablecoin algoritmik TerraUSD dan token Luna-nya.

Ilustrasi Ethereum (Photo by Executium on Unsplash)Foto: Ilustrasi Ethereum (Photo by Executium on Unsplash)

Changpeng Zhao, pendiri pertukaran crypto Binance, telah melihat lebih dari US$80 miliar - atau 84% dari kekayaannya - menguap tahun ini, menurut Bloomberg Billionaires Index.

Beberapa pendukung kripto yang sangat kaya telah menyatakan habisnya harta mereka di tengah pergolakan. Michael Novogratz, pendiri bank pedagang kritp Galaxy Inc., mengakui bahwa TerraUSD adalah ide besar yang gagal. Sementara yang lain, termasuk si kembar Winklevoss, bersikeras bahwa investasi mereka bersifat jangka panjang.

"Ini semua tentang perspektif dan HODLing untuk permainan panjang," cuit Cameron Winklevoss. Ia menggunakan akronim untuk "bertahan untuk kehidupan yang baik."

Ketika pandemi berkecamuk di India tahun lalu, Buterin menyumbangkan lebih dari 50 triliun koin Shiba Inu untuk dana bantuan Covid-19 di negara itu. Koin, yang merupakan lelucon meta tentang koin digital bertema anjing Dogecoin, bernilai lebih dari US$ 1 miliar pada saat itu.

Sumbangan Buterin mewakili lebih dari 5% dari total koin Shiba Inu yang beredar dan membuat harga jatuh sekitar 50%.

Dalam tweet terpisah, Buterin berbicara tentang pertukaran antara "pikiran terbuka" dan "gairah," sambil menyatakan dukungan untuk blockchain yang dia bantu buat.

"Catatan untuk troll: tidak, ethereum bukanlah kesalahan," tulisnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Resmi! Ini Cryptocurrency yang Diakui di RI, Ada Bitcoin?


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading