Rugi Induk Shopee Makin "Bengkak", Harta Bos Rp250 T Lenyap!

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
19 May 2022 07:35
Forrest Li (PHOTO BY CHEW SENG KIM/SPH/NEWSCOM)

Jakarta, CNBC Indonesia - Induk Shopee dan Garena, Sea Ltd sedang mengalami nasib buruk. Harga sahamnya di bursa saham Amerika Serikat (AS) turun dan membuat kapitalisasi pasar perusahaan dengan nilai US$1 triliun hilang.

Ternyata ini juga berdampak pada kekayaan sang bos, pendiri serta CEO Sea Ltd, Forrest Li. Dia pernah dilaporkan menjadi orang terkaya di Singapura dengan US$22 miliar atau setara Rp 319 triliun.

Namun saat ini hartanya lenyap. Sebab data Bloomberg Billionaires Index menyatakan kekayaan Forrest Li hanya tinggal US$4,7 miliar (Rp 68,15 triliun) dengan begitu uangnya hilang mencapai Rp 250,85 triliun dan tak lagi menjadi orang terkaya di Singapura.


Pada kuartal pertama tahun lalu, Sea juga melaporkan kerugian bersih yang membengkak. Hal itu disebabkan karena perusahaan sedang mempercepat ekspansinya.

Penurunan kekayaan Forrest Li ini menunjukkan kerentanan saham sektor teknologi. Peningkatan pesat kekayaan ini ditopang meningkatnya oleh tingginya permintaan untuk layanan perusahaan seperti e-commerce Shopee dan gim Garena selama pandemi.

Namun ternyata ada ancaman perang Ukraina dan Rusia, serta kenaikan suku bunga acuan karena bank sentral akan berusaha untuk mengendalikan inflasi yang sudah naik.

"SEA akan menghadapi tantangan yang meningkat pada tahun 2022," kata Managing Director Blue Lotus Capital, Shawn Yang.

Channel News Asia melaporkan perwakilan Sea menolak untuk berkomentar untuk masalah ini.

Penurunan kekayaan itu bukan hanya terjadi pada Forrest Li saja. Ada bos Zoom, Eric Yuan kehilangan kekayaan US$4,4 miliar serta Jeff Bezos pendiri Amazon yang penurunan kekayaan menjadi US$58 miliar.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kehilangan Valuasi Rp 2.145 T, Induk Shopee: Menyakitkan


(npb/dem)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading