Ini Biang Kerok yang Buat Harta Bos Induk Shopee Raib Rp250 T

Tech - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
21 May 2022 20:15
Forrest Li (PHOTO BY CHEW SENG KIM/SPH/NEWSCOM)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pendiri dan CEO SEA Ltd (induk Shopee dan Garena) Forrest Li pernah menyandang predikat orang terkaya di Singapura dengan harta kekayaan yang dilaporkan sebesar US$ 22 miliar atau setara Rp 319 triliun (kurs Rp 14.500/US$).

Namun demikian, imbas dari anjloknya harga saham SEA di bursa Amerika serikat yang membuat kapitalisasi pasar perusahaan sebesar US$ 1 triliun hilang telah berdampak pada kekayaannya.

Sentimennya mulai dari penutupan operasi Shopee di India dan Prancis hingga laporan keuangan yang mengecewakan.


Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, kini kekayaan Li tinggal US$ 4,7 miliar (Rp 68,15 triliun). Artinya kekayaannya telah menyusut sebesar Rp 250,85 triliun.

Pada kuartal pertama tahun lalu, Sea juga melaporkan kerugian bersih yang membengkak. Hal itu disebabkan karena perusahaan sedang mempercepat ekspansinya.

Penurunan kekayaan Forrest Li ini menunjukkan kerentanan saham sektor teknologi. Peningkatan pesat kekayaan ini ditopang meningkatnya oleh tingginya permintaan untuk layanan perusahaan seperti e-commerce Shopee dan gim Garena selama pandemi.

Namun ternyata ada ancaman perang Ukraina dan Rusia, serta kenaikan suku bunga acuan karena bank sentral akan berusaha untuk mengendalikan inflasi yang sudah naik.

"SEA akan menghadapi tantangan yang meningkat pada tahun 2022," kata Managing Director Blue Lotus Capital, Shawn Yang.

Channel News Asia melaporkan perwakilan Sea menolak untuk berkomentar untuk masalah ini. Penurunan kekayaan itu bukan hanya terjadi pada Forrest Li saja. Ada bos Zoom, Eric Yuan kehilangan kekayaan US$ 4,4 miliar serta Jeff Bezos pendiri Amazon yang penurunan kekayaan menjadi US$ 58 miliar.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kehilangan Valuasi Rp 2.145 T, Induk Shopee: Menyakitkan


(dce/dce)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading