AS: Korut Curi Kripto Rp8,8 Triliun dari Gim Axie Infinity

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
18 April 2022 16:50
North Korean leader Kim Jong Un gestures as he watches the test-firing of a new-type tactical guided weapon according to state media, North Korea, in this undated photo released on April 16, 2022 by North Korea's Korean Central News Agency (KCNA).    KCNA via REUTERS    ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. REUTERS IS UNABLE TO INDEPENDENTLY VERIFY THIS IMAGE. NO THIRD PARTY SALES. SOUTH KOREA OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN SOUTH KOREA.

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat mengaku memiliki bukti keterlibatan peretas Korea Utara dalam pencurian aset kripto senilai ratusan juta dolar yang terkait dengan gim online populer Axie Infinity.

Ronin, jaringan blockchain yang digunakan untuk mentransfer aset kripto masuk dan keluar dari ekosistem Axie Infinity, mengatakan bahwa aset kripto senilai hampir US$ 615 juta atau sekitar Rp 8,8 triliun telah dicuri pada 23 Maret.

Meski tidak secara eksplisit mengidentifikasi pelaku peretasan tersebut, tetapi pada Kamis (14/4), Departemen Keuangan AS mengidentifikasi alamat kantong aset digital yang digunakan oleh peretas berada di bawah kendali kelompok peretasan Korea Utara yang sering dijuluki "Lazarus."


"Amerika Serikat sadar bahwa Republik Demokratik Korea [Korea Utara] makin mengandalkan kegiatan terlarang - termasuk kejahatan dunia maya - untuk menghasilkan pendapatan bagi senjata pemusnah massal dan program rudal balistiknya saat mencoba menghindari sanksi AS dan PBB yang kuat," kata juru bicara Departemen Keuangan, dikutip dari Reuters, Senin (18/4/2022).

Juru bicara itu memperingatkan bahwa mereka yang bertransaksi dengan platform tersebut berisiko terkena sanksi AS.

Perusahaan analitik blockchain termasuk Chainalysis dan Elliptic mengonfirmasi bahwa Korea Utara berada di balik pembobolan tersebut. Sebuah sumber yang mengetahui masalah tersebut mengonfirmasi bahwa peretas Korea Utara telah menjadi fokus penyelidikan perusahaan keamanan siber selama beberapa minggu terakhir.

CrowdStrike, yang disewa oleh Sky Mavis, perusahaan pengembang gim Axie Infinity, untuk menyelidiki pelanggaran tersebut, juga menolak berkomentar.

Sebuah posting di blog resmi Ronin mengatakan bahwa FBI telah mengaitkan peretasan Grup Lazarus dan Departemen Keuangan AS telah menyetujui alamat yang menerima dana curian.

Amerika Serikat mengatakan kelompok peretas Lazarus dikendalikan oleh Biro Umum Pengintaian, sebuah biro intelijen utama Korut. Mereka telah dituduh terlibat dalam serangan ransomware "WannaCry", peretasan bank internasional dan rekening pelanggan, dan serangan siber pada 2014 di Sony Pictures Entertainment.

AS mendorong Dewan Keamanan PBB untuk memasukkan Grup Lazarus ke daftar hitam dan membekukan asetnya, menurut rancangan resolusi yang ditinjau oleh Reuters.

Peretasan telah lama menjangkiti platform crypto. Peretasan Ronin adalah salah satu pencurian cryptocurrency terbesar yang pernah tercatat.

Sky Mavis mengatakan akan menggunakan kombinasi dana neracanya sendiri dan US$150 juta yang dikumpulkan dari investor termasuk Binance untuk mengganti uang yang hilang.

"Kami masih dalam proses menambahkan langkah-langkah keamanan tambahan sebelum mengaktifkan kembali Jembatan Ronin untuk mengurangi risiko di masa depan," kata blog Ronin. "Diharapkan jembatan itu akan bisa kembali digunakan pada akhir bulan." imbuh pernyataan tersebut.

Juru bicara Departemen Keuangan mengatakan Washington akan menerbitkan pedoman keamanan siber kripto untuk membantu upaya melindungi aset virtual yang dicuri.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Makin Inovatif, Kini Ada Payment Gateway Khusus Kripto


(dem/dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading