Tak Cuma RI & AS, 'Tsunami' PHK Juga Intai Startup India

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
27 May 2022 17:00
infografis bank di dunia yang melakukan  PHK terhadap karyawannya

Jakarta, CNBC Indonesia - Gelombang PHK pada perusahaan rintisan atau startup tak hanya melanda Indonesia dan Amerika Serikat saja. Startup di India dilaporkan telah memberhentikan sekitar 6.000 karyawan dalam lima bulan terakhir.

Namun demikian, musim peluncuran startup akan terus berlanjut, menurut beberapa ahli yang berbicara dengan Business Insider. Archit Garg, salah satu pendiri Glamyo Health, menetapkan PHK lebih tinggi 10 kali lipat dari jumlah saat ini di angka 60.000.

"Sayangnya ada lebih banyak rasa sakit di ekosistem dan lingkungan pendanaan bisa memakan waktu 6-9 bulan untuk dibalik, jadi kemungkinan jumlah sebenarnya akan menjadi 10 kali lipat dari ini karena saya berharap akan ada lebih banyak kabar negatif yang akan didengar di tahun depan dalam waktu dekat," kata Garg, dikutip dari Business Insider, Jumat (27/5/2022).


Karyawan startup di bidang ed-tech bisa menjadi korban terbesar karena para murid akan kembali ke sekolah. "Dengan terjadinya krisis yang signifikan di sektor edtech India, kurangnya kejelasan dalam struktur dan proses menjadi penghalang," ujar Naveen Jangir, salah satu pendiri perusahaan HRTech Incluzon.

Sejauh ini perusahaan seperti Ola, Unacademy, Vedantu telah memberhentikan lebih dari 3.600 karyawan di tahun ini.

Yogita Tulsiani, Direktur pelaksana dan salah satu pendiri di penyedia perekrut teknologi global iXceed Solutions, mencatat bahwa baik startup yang didanai rendah dan yang didanai tinggi akan terpengaruh oleh ini.

Sebagian besar perusahaan merekrut secara agresif selama awal pandemi dan tidak dapat menanganinya sekarang.

Setiap perusahaan memiliki rencana jangka panjang dan skenario yang belum pernah terjadi sebelumnya seperti peristiwa yang terjadi sekarang dapat memengaruhi perekrutan dan ukuran tim mereka, ungkap Sarbojit Mallick, salah satu pendiri platform perekrutan lanjutan Instahyre.

Dia mencatat bahwa rencana tersebut juga akan mencakup konsolidasi departemen internal, perampingan operasi dan pengetatan kesenjangan.

Sementara, Sujata Pawar, salah satu pendiri dan CEO startup perawatan menstruasi Avni, mencatat bahwa startup yang gagal mengelola runaway dan mengembangkan bisnis dengan hati-hati akan dikenakan PHK tersebut.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Enggak Cuma RI, 'Tsunami' PHK Juga Hantam Startup di India


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading