Gawat! Bitcoin Hampir Habis Ditambang, Ini yang Akan Terjadi

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
16 February 2022 10:20
Bitcoin

Jakarta, CNBC Indonesia - Bitcoin menjadi cryptocurrency yang paling tinggi pamornya di publik. Bahkan saking larisnya, Bitcoin disebut sudah hampir habis karena proses penambangan yang terus dilakukan.

Jumlah Bitcoin hanya tersedia sebanyak 21 juta koin di seluruh dunia. Jumlah ini terus menipis mengingat jumlah yang sudah berhasil ditambang mencapai 18,89 juta. Sehingga setidaknya saat ini bersisa sekitar 2,11 juta Bitcoin saja yang tersedia, demikian dikutip dari India Today, Rabu (16/2/2022).

Investopedia melaporkan saat Bitcoin sudah habis ditambang dan fungsinya sebagai penyimpan nilai, masih memungkinkan penambang mendapatkan untung. Bahkan, saat volume transaksi rendah dan hadiah blok yang hilang.


Saat itu tiba, penambang bisa membebankan biaya transaksi yang tinggi untuk memproses transaksi yang bernilai tinggi atau jumlah yang besar.

Setelah seluruhnya selesai ditambang, maka bitcoin akan menjadi aset yang lebih langka lagi.

Penambang juga bergantung pada biaya transaksi bukan lagi hadiah blok.

Saat ini memang para penambang diberikan satu blok Bitcoin karena melakukan rangkaian transaksi sukses yang menjadi bagian penambangan. Hadiahnya akan dibagi dua setiap empat tahun.

Sebagai contoh, tahun 2008 lalu para penambang mendapatkan 50 Bitcoin. Tahun 2012 jumlahnya dibagi dua menjadi 25 Bitcoin dan menjadi 12.

Dua tahun lagi, para penambang hanya akan mendapatkan 1,56 Bitcoin untuk memverifikasi pada satu blok transaksi. Proses ini bakal terus berlanjut hingga seluruh Bitcoin berhasil ditambang.

Sementara itu menurut Blockchain.com. seluruh pasokan Bitcoin akan selesai ditambang pada Februari 2140. Selama proses itu harga tetap naik tiap tahun.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Miliuner Ini Benci Uang Kripto Bitcoin Cs, Kenapa?


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading