Siap-siap, Bitcoin Hampir Habis dan Ini yang Akan Terjadi

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
14 February 2022 10:20
Area pabrik kertas di Quebec, Kanada 'disulap' menjadi pusat penambangan mata uang kripto (cryptocurrency) di tengah tren Bitcoin. (dok. REUTERS/Christinne Muschi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bitcoin menjadi cryptocurrency (uang kripto) yang paling tinggi pamornya di publik. Namun Bitcoin disebut sudah hampir habis karena proses penambangan yang terus dilakukan.

Jumlah Bitcoin memang tak tersedia sebanyak 21 juta koin di seluruh dunia. Jumlah ini terus menipis, pasalnya saat ini hanya tersisa sekitar dua juta Bitcoin saja yang tersedia.

Investopedia menuliskan saat Bitcoin sudah habis ditambang dan fungsinya sebagai penyimpan nilai, masih memungkinkan penambang mendapatkan untung. Bahkan saat volume transaksi rendah dan hadiah blok yang hilang.


Saat itu penambang bisa membebankan biaya transaksi yang tinggi untuk memproses transaksi yang bernilai tinggi atau jumlah yang besar.

Mengutip India Today, Senin (14/2/2022), setelah seluruhnya selesai ditambang, maka Bitcoin akan menjadi aset yang lebih langka lagi.

Penambang juga bergantung pada biaya transaksi bukan lagi hadiah blok.

Saat ini memang para penambang diberikan satu blok Bitcoin karena melakukan rangkaian transaksi sukses yang menjadi bagian penambangan. Hadiahnya akan dibagi dua setiap empat tahun.

Sebagai contoh, 2008 lalu para penambang mendapatkan 50 Bitcoin. Sedangkan pada 2012 jumlahnya dibagi dua menjadi 25 Bitcoin dan menjadi 12.

Dua tahun lagi, para penambang hanya akan mendapatkan 1,56 Bitcoin untuk memverifikasi pada satu blok transaksi. Proses ini bakal terus berlanjut hingga seluruh Bitcoin berhasil ditambang.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Awas! Uang Kripto Disebut Bisa Picu Krisis Keuangan Global


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading