Hati-hati! Covid-19 Varian Omicron Bahaya Bagi Orang Ini

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
10 February 2022 18:55
Abdul Kadir dalam Keterangan Pers: Update Penanganan Pandemi COVID-19. (Tangkapan Layar Youtube) Foto: Abdul Kadir dalam Keterangan Pers: Update Penanganan Pandemi COVID-19. (Tangkapan Layar Youtube)

Jakarta, CNBC Indonesia - Puncak kasus infeksi Covid-19 varian omicron diprediksi akan terjadi dalam 1-2 minggu ke depan. Kementerian Kesehatan meminta agar kelompok masyarakat ini berhati-hati dan tidak melakukan mobilitas yang tinggi.

Direktur Jenderal Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Abdul Kadir mengungkapkan sebagian besar kasus Covid-19 varian omicron di Indonesia bergejala ringan dan orang tanpa gejala (OTG). Itu karena gencarnya vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah.

"Kita tetap harus berhati-hati. Omicron bisa berbahaya pada lanjut usia (lansia) termasuk orang dengan komorbid (penyakit penyertaan), orang yang belum divaksin, dan anak-anak," terang Abdul Kadir dalam konferensi pers digital di Jakarta, Kamis (10/2/2022).

"Kelompok belum divaksinasi rentan terinfeksi karena belum ada kekebalan dalam tubuhnya. Hati-hati lansia dan komorbid dan anak-anak serta mereka yang belum divaksin."

Abdul Kadir pun mengimbau masyarakat lansia, yang memiliki komorbid apalagi memiliki penyakit hipertensi untuk tetap berada di rumah sementara. Jangan ke mana-mana sebab bila terpapar bisa menyebabkan kematian, kritis atau gejala berat.

"Umur lanjut dan komorbid ada hipertensi bisa menyebabkan kematian (bisa terinfeksi omicron). Teman-teman lansia dan ada komorbid stay di rumah," terangnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Cara Membedakan Gejala Covid-19 Omicron dengan Flu Biasa


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading